Viral Pria Pura-pura Tidur Diduga Lecehkan Wanita di Bus JR Connexion

Genvoice.id | 18 Sep 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Video seorang pria yang dinarasikan melakukan pelecehan seksual terhadap penumpang wanita di bus JR Connexion viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, pria berkacamata hitam dan berkemeja merah terlihat duduk di samping korban dengan posisi seperti sedang tidur.

Peristiwa tersebut disebut terjadi di bus JR Connexion rute Juanda-Tamansari pada Kamis (17/9/2026) malam. Berdasarkan narasi yang beredar, pria tersebut diduga menggunakan modus berpura-pura tidur saat melakukan pelecehan terhadap penumpang di sebelahnya.

Dalam video, korban terlihat memegang kerah kemeja pria tersebut. Ia kemudian mengungkapkan kekesalannya karena mengaku telah mengalami tindakan tidak pantas.

"Sampai gemetar tahu nggak," ujar korban dalam rekaman tersebut.

Korban kemudian menjelaskan kepada penumpang lain bahwa dirinya diduga digerayangi oleh pria tersebut. Dalam kondisi emosi, korban terlihat beberapa kali memukul pria yang diduga sebagai pelaku.

Penumpang lain yang mengetahui kejadian tersebut kemudian meminta agar pria itu dibawa ke polisi. Awak bus selanjutnya menepikan kendaraan di Pos Induk PJR Jagorawi untuk melaporkan kejadian tersebut.

Kepala Induk PJR Tol Jagorawi Kompol Akhmad Jajuli membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi kemudian mengamankan pria yang diduga melakukan pelecehan, termasuk meminta keterangan dari korban.

"Jadi memang itu mobil busnya minggir ke kantor PJR, kemudian menginformasikan ada penumpang laki-laki diduga melakukan pelecehan seksual. Ya sudah, anggota dengan cepat naik jemput pelakunya, dibawa ke kantor PJR, termasuk korbannya juga," kata Jajuli saat dikonfirmasi, Jumat (18/9/2026).

Pria tersebut kemudian diketahui bernama Fariz Maulana. Menurut Jajuli, Fariz awalnya membantah telah melakukan pelecehan ketika dimintai keterangan oleh petugas.

Namun, setelah menjalani pemeriksaan, Fariz akhirnya mengakui sempat memegang paha korban saat berada di dalam bus. Ia kemudian membuat surat pernyataan terkait kejadian tersebut.

"Tadinya awalnya itu nggak mau mengaku, mengelak lah. Tapi akhirnya mengaku terus bikin surat pernyataan," ujar Jajuli.