Krisjiana Baharudin Disinggung soal Keinginan Memiliki Anak Cowok Usai Vasektomi: "Rahim Istri Bukan Blind Box"
JAKARTA, GENVOICE.ID- Krisjiana Baharudin baru-baru ini menjawab sejumlah pertanyaan netizen mengenai keputusan dirinya menjalani vasektomi. Suami Siti Badriah itu juga membagikan pandangannya soal komitmen pernikahan hingga keputusan untuk tidak menambah momongan.
Hal tersebut disampaikan Krisjiana melalui sesi tanya jawab di Instagram Story. Beberapa pertanyaan netizen bahkan menyinggung kemungkinan dirinya memiliki istri baru jika suatu saat pernikahannya dengan Siti Badriah berakhir.
Krisjiana Tegaskan Tak Menikah untuk Bercerai
Salah satu netizen mempertanyakan keputusan Krisjiana melakukan vasektomi dengan mengaitkannya pada kemungkinan dirinya bercerai dan menikah lagi. Pertanyaan tersebut kemudian dijawab Krisjiana dengan menegaskan kembali komitmennya sejak awal menikahi Siti Badriah.
"Sejak kapan niat menikah buat cerai? Keputusan saya menikahi Siti di awal, sampai saya memilih untuk vasektomi, karena saya yakin Siti satu-satunya istri dan ibu dari anak-anak saya," tulis Krisjiana.
Jawaban tersebut memperlihatkan bahwa bagi Krisjiana, keputusan menjalani vasektomi berkaitan erat dengan keyakinannya terhadap rumah tangga yang sedang dijalani. Ia memilih mengambil langkah tersebut karena merasa sudah yakin dengan Siti sebagai pasangan hidup sekaligus ibu dari anak-anaknya.
Keputusan itu sebelumnya juga dikaitkan dengan kesepakatan Krisjiana dan Siti untuk cukup memiliki dua anak. Dengan begitu, vasektomi menjadi salah satu bentuk keputusan reproduksi yang mereka ambil setelah mempertimbangkan kondisi keluarga.
Ditanya Kenapa Tak Coba Punya Anak Cowok
Pertanyaan berikutnya justru menyinggung jenis kelamin anak. Seorang netizen menyarankan Krisjiana dan Siti untuk mencoba memiliki anak ketiga karena masih ada kemungkinan mendapatkan bayi laki-laki.
"Kenapa ga coba dulu sih buat baby cowo, siapa tau anak ke 3 cowo," tulis netizen tersebut. Krisjiana kemudian menjawab dengan perumpamaan yang cukup menohok mengenai anggapan bahwa pasangan perlu terus mencoba hingga mendapatkan anak laki-laki.
"Sejak kapan rahim istri berubah jadi blind box yang kalau gagal bisa coba terus menerus sampe berhasil? Anak cewe atau cowo sama aja kok," jawabnya.
Bagi Krisjiana, jenis kelamin anak bukan alasan untuk memaksa sang istri kembali menjalani kehamilan. Ia juga menganggap dua anak perempuan yang dimilikinya bersama Siti sudah menjadi anugerah yang patut disyukuri.
Anak Pertama Disebut Hadiah, Anak Kedua Bonus
Krisjiana kemudian menceritakan bagaimana ia memaknai kehadiran kedua anaknya. Menurutnya, anak pertama merupakan hadiah dari Allah setelah dirinya dan Siti melalui penantian panjang untuk memiliki buah hati.
"Anak pertama kami adalah hadiah dari Allah atas penantian panjang, yang kedua adalah bonusnya dari Allah," tulis Krisjiana.
Ia pun merasa tidak seharusnya Siti didorong untuk kembali hamil hanya karena keluarga belum memiliki anak laki-laki. Terlebih, kehamilan berikutnya juga belum tentu menghasilkan bayi dengan jenis kelamin yang diharapkan.
"Egois rasanya harus maksa istri yang sudah merasa cukup untuk coba-coba lagi dengan hasil yang belum tentu juga dapet anak cowo," lanjut Krisjiana.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana Krisjiana memandang keputusan memiliki anak sebagai sesuatu yang seharusnya mempertimbangkan kondisi dan keinginan pasangan. Baginya, kehadiran anak perempuan maupun laki-laki memiliki nilai yang sama dalam keluarga.
Perjalanan Krisjiana dan Siti Badriah Memiliki Anak
Krisjiana dan Siti Badriah menikah pada 2019. Setelah melalui perjalanan untuk mendapatkan momongan, keduanya akhirnya dikaruniai anak pertama yang diberi nama Xarena Zenata Denallie Baharudin pada 2022.
Kehadiran anak pertama menjadi momen penting bagi pasangan tersebut setelah sebelumnya mereka sempat menjalani penantian untuk memiliki buah hati. Beberapa tahun kemudian, keluarga mereka kembali bertambah dengan kelahiran anak kedua yang juga berjenis kelamin perempuan.
Siti Badriah melahirkan anak keduanya pada Mei 2025. Sebelum kelahiran tersebut, perjalanan kehamilan Siti juga sempat diwarnai kondisi yang cukup berat setelah salah satu janin dalam kehamilan kembarnya harus diangkat karena berada di luar rahim.
Dengan dua anak perempuan yang kini dimiliki, Krisjiana dan Siti memilih untuk tidak mengejar keinginan memiliki anak laki-laki. Keputusan tersebut juga menjadi salah satu alasan Krisjiana memilih menjalani vasektomi.
Pada akhirnya, jawaban Krisjiana menunjukkan bahwa keputusan terkait jumlah anak dalam keluarga tidak semata-mata didasarkan pada keinginan memiliki jenis kelamin tertentu. Ia menilai kondisi dan kesiapan sang istri juga menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan untuk kembali memiliki anak.