Spanyol Pertimbangkan Mundur dari Piala Dunia 2026 Jika Israel Lolos

Genvoice.id | 18 Sep 2025

JAKARTA, Genvoice.id - Polemik politik kembali merembet ke dunia sepak bola. Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dikabarkan melontarkan ancaman serius akan menarik diri dari gelaran Piala Dunia 2026 jika Israel berhasil lolos ke turnamen tersebut. Langkah ini disebut sebagai bentuk sikap tegas terhadap situasi konflik yang masih terjadi di Gaza dan kebijakan Israel yang dinilai menyalahi prinsip kemanusiaan.

Kabar tersebut muncul setelah sejumlah media Eropa melaporkan adanya tekanan dari pemerintah Spanyol kepada federasi untuk mengambil posisi jelas terkait konflik di Timur Tengah. Spanyol sendiri dikenal sebagai salah satu negara Eropa yang paling vokal mendukung Palestina. Bahkan sebelumnya, pemerintah di Madrid resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat, yang makin mempertegas sikap politik luar negeri mereka.

Ancaman mundur dari Piala Dunia bukanlah hal kecil. Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko merupakan ajang bergengsi yang sulit ditinggalkan begitu saja. Namun, Spanyol menegaskan bahwa sikap mereka lebih dari sekadar sepak bola, melainkan bagian dari komitmen moral dalam isu kemanusiaan.

Pernyataan keras Spanyol ini langsung memicu perbincangan luas. Beberapa negara Eropa disebut ikut mempertimbangkan langkah serupa, meski belum ada yang menyatakan sikap secara resmi.

Di sisi lain, FIFA berada dalam posisi serba sulit. Sebagai badan sepak bola dunia, FIFA berulang kali menekankan netralitas politik, namun tekanan publik terkait konflik Gaza membuat organisasi ini tak bisa sepenuhnya lepas tangan.

Israel sendiri saat ini masih berjuang dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Andai mereka berhasil lolos, kemungkinan besar tensi politik dalam turnamen akan memanas, terlebih jika benar Spanyol atau negara lain menolak berpartisipasi.

Jika Spanyol benar-benar mundur, implikasinya akan sangat besar. Spanyol bukan hanya salah satu kekuatan utama sepak bola dunia, tapi juga juara Piala Dunia 2010 dan juara Euro 2024. Absennya mereka akan mengurangi daya tarik kompetisi, baik secara prestasi maupun komersial.