Hanya Karena Pulpen, Siswa SMA di Pekanbaru Dikeroyok Teman Angkatan Hingga Patah Tulang!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dugaan kasus perundungan kembali mencuat, kali ini menimpa seorang siswa SMA Negeri 9 Pekanbaru, Riau. Korban berinisial FL mengalami luka parah hingga patah tulang hidung setelah dikeroyok oleh sejumlah teman seangkatan.
Insiden tragis yang berawal dari insiden sepele di sekolah ini membuat orang tua korban geram dan berharap pihak berwajib mengusut tuntas kasus tersebut.
Cerita berawal saat FL yang berada di sekolah. Menurut ibunya, Lisa, anaknya ingin ambil air wudu tiba-tiba dilempar pena oleh orang yang tidak dia kenal. FL bertanya, "Bang, kenapa kepala saya dilempar?". Bukannya dijawab baik-baik, dia justru didorong sampai masuk selokan.
FL masih berusaha minta penjelasan, tapi pelaku malah menantangnya. "Kenapa, kurang senang kau?". Situasi makin memanas saat teman-teman FL datang dan pelaku menantang FL untuk duel di deket Kantor PMI, Jalan Diponegoro, Pekanbaru.
Berujung Pukulan Sampai Patah Tulang Hidung
FL dan beberapa temannya akhirnya datang ke tempat yang dijanjikan. Di situlah insiden penganiayaan terjadi. FL dipukuli habis-habisan oleh beberapa pelaku. Yang bikin ngeri, salah satu pelaku pakai cincin besi saat memukul, yang bikin tulang hidung FL patah. Wajah dan matanya juga memar.
Orang tua FL, Lisa, mengatakan kalau para pelaku ini ternyata satu sekolah dengan anaknya, hanya beda kelas. Sekarang, FL masih dirawat di RS Santa Maria setelah menjalani operasi.
Orang Tua Kecewa Berat dengan Sekolah
Setelah tahu anaknya dianiaya, keluarga FL langsung menghubungi pihak sekolah. Tapi, jawaban dari pihak sekolah membuat mereka kecewa berat. Sekolah justru mengatakan, "Bukan urusan sekolah. Urus saja sama orang tuanya."
Respons yang seolah lepas tangan ini membuat keluarga korban makin geram. Mereka akhirnya memilih untuk lapor ke polisi, dan kasus ini sudah masuk ke Polresta Pekanbaru sejak Senin, 15 September 2025 malam.
Semoga kasus ini cepat diusut tuntas dan para pelaku perundungan dapat sanksi setimpal ya Gen!