4 Fakta Reboot "X-Men" yang Siap Jadi Era Baru di MCU

Genvoice.id | 18 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Penggemar "X-Men" kembali mendapat kabar besar dari Marvel Studios. Tim mutan ikonik tersebut akan kembali ke layar lebar melalui film reboot yang menjadi bagian dari Marvel Cinematic Universe (MCU).

Proyek ini diumumkan dalam D23 Entertainment Showcase di Anaheim, California, pada 14 Agustus 2026. Film terbaru "X-Men" dijadwalkan tayang di bioskop pada 5 Mei 2028.

Reboot ini sekaligus menandai babak baru bagi franchise "X-Men" setelah sebelumnya dikembangkan oleh 20th Century Fox. "Dark Phoenix" yang dirilis pada 2019 menjadi salah satu film terakhir dari era tersebut sebelum "Deadpool & Wolverine" pada 2024 menjadi salah satu penghubung penting antara karakter mutan dan MCU.

Berikut sejumlah fakta mengenai reboot "X-Men" yang perlu diketahui.

1. Jadi Debut Utama X-Men di MCU

Film reboot "X-Men" akan menjadi proyek pertama Marvel Studios yang menempatkan tim mutan sebagai karakter utama di dalam MCU setelah Disney mengakuisisi 21st Century Fox.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya Marvel Studios memperluas dunia MCU dengan karakter-karakter dari franchise "X-Men". Film tersebut dijadwalkan hadir di bioskop pada 5 Mei 2028.

Sebelumnya, sejumlah karakter mutan memang telah muncul dalam proyek MCU. Namun, film reboot ini akan menjadi langkah berbeda karena menghadirkan kelompok X-Men sebagai pusat cerita.

2. Hadirkan Pemeran Generasi Baru

Marvel Studios juga menyiapkan jajaran pemeran baru untuk menghidupkan kembali sejumlah karakter ikonik X-Men.

Sadie Sink dipercaya memerankan Jean Grey, sedangkan Kit Connor akan tampil sebagai Cyclops. Samara Weaving kemudian bergabung sebagai Emma Frost, sementara Inde Navarrette akan memerankan Rogue.

Karakter Storm diperankan Maya Boyd dan Christopher Abbott dipercaya sebagai Professor X. Sementara itu, Adam Driver disebut bergabung dengan film tersebut untuk memainkan karakter antagonis Mr. Sinister.

Kehadiran jajaran aktor baru ini menjadi salah satu penanda bahwa Marvel Studios ingin membawa pendekatan berbeda terhadap franchise tersebut.

3. Disutradarai Jake Schreier

Di balik kamera, Marvel Studios menunjuk Jake Schreier sebagai sutradara "X-Men". Schreier sebelumnya mengarahkan "Thunderbolts", film MCU yang mempertemukan sejumlah karakter antihero.

Naskah film ditulis Lee Sung Jin dan Joanna Calo. Keduanya juga pernah bekerja bersama Schreier dalam proyek sebelumnya.

Presiden Marvel Studios Kevin Feige turut memberikan kepercayaan kepada Schreier setelah pengalaman mereka mengerjakan "Thunderbolts". Kolaborasi tersebut menjadi salah satu alasan Marvel memilih Schreier untuk menangani proyek sebesar "X-Men".

4. Fokus pada Karakter Muda

Reboot "X-Men" juga akan membawa pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda. Kevin Feige mengungkapkan bahwa film tersebut akan menempatkan karakter-karakter muda sebagai bagian penting dari cerita.

Pendekatan ini disebut memiliki kemiripan dengan strategi yang digunakan dalam "Thunderbolts". Menurut Feige, kedekatan cerita dengan karakter muda menjadi salah satu elemen yang dapat membuat "X-Men" memiliki identitas berbeda di MCU.

"Karena X-Men, seperti dalam komik, akan menjadi film yang sangat berorientasi pada kaum muda, berfokus pada kaum muda, dan dibintangi oleh aktor-aktor muda," ujar Feige.

Dengan jajaran pemeran baru, sutradara yang sudah memiliki pengalaman di MCU, serta pendekatan yang berfokus pada generasi muda, reboot "X-Men" diproyeksikan menjadi salah satu proyek besar Marvel Studios pada fase berikutnya. Film ini dijadwalkan tayang pada 5 Mei 2028.