10 Tradisi Unik Hari Kemerdekaan di Berbagai Negara, Ada yang Wajib Makan Es Krim!

Genvoice.id | 18 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Hari Kemerdekaan menjadi salah satu momen penting bagi setiap bangsa untuk mengenang perjalanan sejarah sekaligus merayakan kebebasan yang telah diperjuangkan. Menariknya, setiap negara memiliki tradisi berbeda dalam memeriahkan hari bersejarah tersebut, mulai dari parade hingga kebiasaan unik yang diwariskan lintas generasi.

Tradisi perayaan kemerdekaan tidak selalu berbentuk upacara resmi atau parade militer. Di sejumlah negara, masyarakat justru merayakannya dengan kegiatan budaya, makanan khas, pakaian tradisional, bahkan kebiasaan yang mungkin terdengar tidak biasa bagi masyarakat dari negara lain.

1. Lomba Tradisional di Indonesia

Sejarah panjat pinang yang menjadi ciri khas dalam perayaan HUT RI - ANTARA  News

Sumber: ANTARA

Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan setiap 17 Agustus dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Salah satu tradisi paling populer adalah perlombaan khas seperti panjat pinang, makan kerupuk, balap karung, dan tarik tambang.

Panjat pinang misalnya, tidak hanya menjadi hiburan tetapi juga kerap dimaknai sebagai gambaran perjuangan meraih sesuatu yang penuh tantangan. Sementara berbagai lomba kelompok lainnya menonjolkan nilai kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong.

2. Festival Layang-Layang di India

Mengenal Festival Layang-layang India yang Mendunia

Sumber: AFP

India merayakan Hari Kemerdekaan setiap 15 Agustus dengan salah satu tradisi yang menarik perhatian, yakni menerbangkan layang-layang. Langit di sejumlah wilayah India, terutama kawasan utara seperti New Delhi, Uttar Pradesh, dan Rajasthan, akan dipenuhi layang-layang berwarna-warni.

Tradisi tersebut memiliki sejarah panjang dan sering dikaitkan dengan simbol kebebasan serta semangat masyarakat India. Festival layang-layang kemudian berkembang menjadi bagian dari kemeriahan peringatan kemerdekaan yang dinikmati masyarakat dari berbagai kalangan.

3. El Grito de Dolores di Meksiko

16 de septiembre: Everything you need to know about 'El Grito' in Mexico |  KRON4

Sumber: Istimewa

Meksiko memiliki tradisi khas bernama El Grito de Dolores yang menjadi bagian penting dari perayaan Hari Kemerdekaan. Puncak tradisi ini berlangsung pada malam 15 September, sehari sebelum peringatan kemerdekaan pada 16 September.

Presiden Meksiko biasanya tampil di balkon Istana Nasional di Mexico City untuk membunyikan lonceng dan menyerukan nama-nama pahlawan nasional. Seruan tersebut kemudian ditutup dengan pekikan "¡Viva México!" yang disambut meriah oleh masyarakat.

4. Dua Lilin di Finlandia

Dua Lilin Menyala · Foto Stok Gratis

Sumber: Pexels

Finlandia memiliki tradisi yang cukup sederhana tetapi sarat makna saat memperingati Hari Kemerdekaan pada 6 Desember. Masyarakat biasanya menempatkan dua lilin, umumnya berwarna biru dan putih, di jendela rumah pada malam hari.

Tradisi tersebut memiliki kaitan dengan sejarah perjuangan Finlandia dan simbol penghormatan terhadap mereka yang memperjuangkan kebebasan. Dua lilin juga dimaknai sebagai simbol rumah dan tanah air yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Finlandia.

5. Pesta Dansa Pemadam Kebakaran di Prancis

Sumber: Unsplash

Perayaan Hari Nasional Prancis atau Bastille Day pada 14 Juli juga memiliki tradisi unik bernama Bals des Pompiers. Acara tersebut berupa pesta dansa yang digelar di sejumlah markas pemadam kebakaran dan biasanya berlangsung pada malam menjelang hingga hari perayaan.

Tradisi tersebut berkembang dari kegiatan warga yang kemudian menjadi pesta populer di berbagai wilayah Prancis. Selain pesta dansa, perayaan nasional juga dimeriahkan dengan parade militer dan pertunjukan kembang api.

6. Mengibarkan Taegukgi di Korea Selatan

Hari Pembebasan Korea Selatan (Gwangbokjeol) 2026 | Remitly

Sumber: Remitly

Korea Selatan memperingati Hari Pembebasan Nasional atau Gwangbokjeol setiap 15 Agustus. Salah satu tradisi yang paling terlihat adalah pengibaran bendera nasional Taegeukgi di berbagai tempat.

Pengibaran bendera tersebut menjadi simbol kebebasan, persatuan, dan identitas nasional masyarakat Korea Selatan. Sejumlah situs bersejarah juga biasanya dibuka untuk masyarakat sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari nasional.

7. Menyantap Soup Joumou di Haiti

Sup Joumou | Haiti, UNESCO, Daging Sapi, Labu, Sayuran, Masakan Nasional,  Sejarah, Resep, & Fakta | Britannica

Sumber: Istimewa

Haiti memiliki tradisi kuliner yang sangat erat dengan sejarah kemerdekaannya. Setiap 1 Januari, masyarakat menyantap Soup Joumou atau sup labu sebagai bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan.

Hidangan tersebut memiliki makna sejarah karena pada masa kolonial Prancis, sup labu disebut hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu. Setelah Haiti meraih kemerdekaan, Soup Joumou kemudian menjadi simbol kebebasan dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

8. Mengenakan Vyshyvanka di Ukraina

Sumber: Reddit

Ukraina memperingati Hari Kemerdekaan setiap 24 Agustus dengan berbagai kegiatan nasional, termasuk mengenakan vyshyvanka. Pakaian tradisional berupa kemeja atau gaun dengan sulaman khas tersebut menjadi simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Ukraina.

Warna serta motif sulaman pada vyshyvanka memiliki beragam makna yang berkaitan dengan budaya dan kehidupan masyarakat. Dalam perayaan kemerdekaan, masyarakat juga dapat mengikuti parade dengan mengenakan pakaian tradisional tersebut.

9. Makan Es Krim di Norwegia

Es krim rasa ini jadi yang terfavorit sepanjang tahun 2019 - ANTARA News

Sumber: ANTARA

Ada tradisi yang terdengar paling menyenangkan bagi pencinta makanan manis di Norwegia. Saat memperingati Hari Konstitusi atau Syttende Mai setiap 17 Mei, masyarakat, termasuk anak-anak dan orang dewasa, menikmati es krim sebagai bagian dari kemeriahan perayaan.

Selain es krim, sosis atau pølse juga menjadi makanan yang populer selama perayaan. Suasana semakin meriah dengan parade anak-anak, penggunaan pakaian tradisional Bunad, hingga berbagai acara keluarga dan masyarakat.

10. Parade Budaya di Peru

Peru memperingati Hari Kemerdekaan atau Fiestas Patrias setiap 28 dan 29 Juli. Salah satu bagian penting dari perayaan tersebut adalah parade yang menampilkan kekayaan budaya sekaligus kekuatan militer negara.

Pada hari pertama, masyarakat dapat menyaksikan berbagai kesenian dan tarian tradisional seperti Marinera, Huayno, dan Danza de las Tijeras. Sementara itu, hari berikutnya biasanya diisi dengan parade militer besar yang melewati sejumlah kawasan utama di Lima.

Beragam tradisi tersebut menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak memiliki satu bentuk yang sama di seluruh dunia. Meski cara merayakannya berbeda, setiap tradisi memiliki tujuan serupa, yakni menjaga ingatan sejarah, memperkuat identitas nasional, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap bangsa masing-masing.

Dari lomba tradisional di Indonesia hingga menikmati es krim di Norwegia, berbagai perayaan tersebut juga memperlihatkan kekayaan budaya setiap negara. Momen kemerdekaan akhirnya bukan hanya menjadi pengingat tentang masa lalu, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dan merayakan kebersamaan.