Daftar Saham Paling Boncos di Tengah Kenaikan IHSG, NRCA Jadi Top Losers!

Genvoice.id | 18 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Halo, Gen! Pekan ini, pasar modal lagi berbahagia, nih. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses membuat sejarah baru! Selama periode 11-15 Agustus 2025, IHSG melesat kencang, naik 4,84% ke level 7.898,37.

Gak cuma itu, IHSG bahkan sempat menembus level psikologis 8.000, lho, dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) intraday di angka 8.017,068 pada Jumat kemarin. Keren banget, kan?

Kenaikan ini bukan cuma omong kosong. Nilai pasar alias kapitalisasi pasar bursa juga ikutan naik drastis sebesar 5,11% jadi Rp 14.247 triliun. Rekornya sempat menyentuh Rp 14,315 triliun.

Gak hanya itu, semua serba naik! Rata-rata transaksi harian, baik nilai, frekuensi, maupun volumenya, juga ikutan meroket.

Ini menandakan makin banyak investor yang aktif bertransaksi. Aksi borong saham juga datang dari investor asing yang mencatatkan net buy (beli bersih) sebesar Rp 1,31 triliun pada hari Jumat.

Tapi, di balik pesta pora ini, ada beberapa saham yang malah "boncos" alias harganya anjlok parah. Saham-saham ini masuk daftar top losers alias saham dengan kerugian terbesar. Penurunan harganya lumayan tinggi, antara 10% sampai 27% dalam sepekan.

Saham-saham Paling Boncos Minggu Ini

  • PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) jadi "juara" top losers, harganya ambles 27% dari Rp 1.000 jadi cuma Rp 730. Ngeri!
  • Di posisi berikutnya ada PT Super Energy Tbk (SURE) yang jeblok 25,75% dan PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) yang turun 24,49%.
  • Saham lain yang juga masuk daftar top losers ada PT Shield On Service Tbk (SOSS), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA), PT Central Omega Resources Tbk (DKFT), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES), dan PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK). Penurunan harganya bervariasi antara 10% hingga 16%.

Jadi, meskipun IHSG lagi cemerlang, investor tetap harus ekstra hati-hati. Kenaikan pasar saham yang masif gak menjamin semua saham ikutan naik. Tetap lakukan riset mendalam sebelum membeli saham, ya Gen! Jangan sampai ikut-ikutan tren tapi malah jadi korban.