Sekolah di Singapura Beri Kelonggaran demi Final Piala Dunia 2026, Ada yang Gelar Nobar Semalaman

Genvoice.id | 18 Jul 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Antusiasme menyambut final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol tak hanya dirasakan para penggemar sepak bola, tetapi juga merambah dunia pendidikan di Singapura. Sejumlah sekolah di negara tersebut menerapkan kebijakan khusus agar siswa tetap bisa menikmati pertandingan tanpa mengganggu kegiatan belajar.

Laga final Piala Dunia 2026 berlangsung pada Minggu (19/7) waktu Amerika Serikat atau Senin (20/7) dini hari waktu Singapura. Karena pertandingan digelar menjelang pagi, beberapa sekolah memutuskan untuk memundurkan jam masuk siswa, bahkan mengadakan acara nonton bareng (nobar) resmi.

Salah satu sekolah yang menerapkan kebijakan tersebut adalah St Joseph's Institution (SJI). Seluruh siswa diperbolehkan datang satu jam lebih lambat, yakni pukul 08.30 waktu setempat. Sementara itu, pelajaran yang semula dijadwalkan pukul 07.50 dipindahkan ke 22 Juli.

Pihak sekolah menjelaskan keputusan itu diambil karena memahami banyak siswa ingin menyaksikan final bersama keluarga. Selain menjaga waktu istirahat siswa, sekolah juga menilai pertandingan sepak bola dapat menjadi sarana belajar mengenai kerja sama, ketekunan, semangat juang, dan sportivitas.

Kebijakan serupa diterapkan Anglo-Chinese School yang juga memundurkan jam masuk menjadi pukul 08.30. Kepala sekolah Kevin Pang mengatakan langkah tersebut memberi kesempatan bagi keluarga menikmati momen final bersama tanpa mengorbankan kebutuhan istirahat para siswa.

Sementara itu, Hwa Chong Institution memberikan kelonggaran lebih besar dengan menggeser jam masuk sekolah hingga pukul 09.30.

Berbeda dengan sekolah lainnya, Victoria School memilih menggelar acara nobar resmi yang diikuti maksimal 350 siswa. Para peserta berkumpul sejak malam hari, beristirahat sebelum pertandingan dimulai, lalu kembali diberi waktu istirahat setelah laga usai sekitar pukul 05.00 sebelum mengikuti kegiatan belajar yang dimulai pukul 07.30.

Kepala Victoria School, Low Chun Meng, mengatakan ide tersebut berasal dari para pengurus siswa. Menurutnya, kegiatan itu menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah melalui kecintaan terhadap sepak bola.

Singapore Sports School juga mengadakan acara nobar bagi atlet pelajar, orang tua, dan staf sekolah di auditorium. Kegiatan berlangsung mulai pukul 02.30 hingga 05.30 waktu setempat dan diperkirakan dihadiri sekitar 300 orang. Sebagai penyesuaian, kegiatan belajar mengajar baru dimulai pukul 10.00.

Salah satu anggota dewan siswa Singapore Sports School, Reeyern Hadassah Ng, mengungkapkan bahwa acara tersebut diusulkan agar para atlet pelajar dapat merasakan pengalaman menyaksikan final Piala Dunia bersama. Ia menyebut respons dari siswa dan orang tua sangat positif.

Di sisi lain, Anglo-Chinese School (International) memilih menyemarakkan final Piala Dunia 2026 dengan cara berbeda. Sekolah mengizinkan para siswa mengenakan jersey tim nasional favorit mereka selama tetap dipadukan dengan celana atau rok seragam sekolah.