AS Tolak Dukung Serangan Israel ke Suriah, Dorong Gencatan Senjata dan De-Eskalasi
JAKARTA, GENVOICE.ID - Amerika Serikat secara tegas menyatakan tidak mendukung serangan militer terbaru Israel terhadap Suriah.
Dilansir dari Antara, pemerintah AS juga menyerukan gencatan senjata yang berkelanjutan serta langkah de-eskalasi antara kedua negara untuk mencegah konflik semakin meluas.
"Amerika Serikat tidak mendukung serangan Israel baru-baru ini," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce.
Bruce menjelaskan bahwa AS saat ini tengah melakukan upaya diplomatik tingkat tinggi dengan Israel dan Suriah.
"Kami terlibat secara diplomatik pada tingkat tertinggi, baik untuk menangani krisis saat ini maupun mencapai kesepakatan jangka panjang antara kedua negara berdaulat," ujarnya.
Meski investigasi masih berlangsung untuk mengetahui pemicu awal kekerasan, Bruce menyebut diskusi intensif telah menciptakan dinamika yang meredakan ketegangan. Menurutnya, pihak Suriah telah mundur, dan Israel tidak melanjutkan serangan. "Serangan itu telah berhenti. Bentrokan kecil masih terus terjadi," ujarnya. Ia menggambarkan eskalasi terbaru dipicu oleh persaingan antara kelompok Druze dan Badui.
AS mengutuk kekerasan yang terjadi dan mendesak semua pihak menahan diri.
"Semua pihak harus mundur dan terlibat dalam dialog bermakna yang mengarah pada gencatan senjata yang bertahan lama," tegas Bruce.
Bruce mengungkapkan bahwa dalam 48 jam terakhir, Washington memimpin upaya diplomatik untuk mendorong de-eskalasi.
"Kami telah mencapai kesepakatan dengan pihak-pihak terkait mengenai langkah-langkah spesifik untuk mengakhiri bentrokan," katanya, seraya menekankan bahwa semua pihak harus menepati komitmen tersebut.
"Amerika Serikat secara aktif melibatkan seluruh konstituen di Suriah untuk bergerak menuju diskusi yang tenang dan berkelanjutan mengenai integrasi serta masa depan yang stabil dan lebih sejahtera bagi semua warga Suriah," tambahnya.