CCTV di Jakarta Disorot DPRD: Banyak Tapi Belum Maksimal, Optimalisasi Dinilai Mendesak
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pemanfaatan kamera pengawas atau CCTV di Jakarta kembali jadi perhatian. Anggota DPRD DKI Jakarta menilai, penggunaan CCTV saat ini belum optimal, padahal perannya sangat penting untuk menjaga keamanan di ibu kota.
Legislator Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, menyebut bahwa optimalisasi CCTV sudah menjadi kebutuhan mendesak, terutama di tengah tingginya potensi gangguan keamanan di ruang publik.
Menurutnya, Jakarta tidak cukup hanya memasang banyak CCTV. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh perangkat benar-benar berfungsi, terintegrasi, dan aktif dipantau.
Kevin menyoroti masih adanya masalah dalam pemanfaatan CCTV di lapangan. Ia menilai, banyak kamera yang hanya terpasang tanpa pengelolaan yang maksimal.
Ia bahkan mengingatkan agar CCTV tidak sekadar menjadi "pajangan digital"-ada kameranya, tapi saat dibutuhkan justru sulit diakses atau tidak jelas siapa yang memantau.
Padahal, jika dikelola dengan baik, CCTV bisa membantu respons cepat terhadap berbagai kejadian seperti kriminalitas jalanan, tawuran, hingga pelanggaran di ruang publik.
Selain soal fungsi, integrasi sistem juga jadi sorotan. CCTV di Jakarta dinilai perlu terhubung dalam satu sistem terpadu agar lebih efektif.
Legislator juga menekankan pentingnya standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, mulai dari siapa yang bisa mengakses data, bagaimana proses permintaan rekaman, hingga berapa lama data disimpan.
Hal ini penting agar penggunaan CCTV tidak hanya efektif, tapi juga transparan dan akuntabel.
Penempatan CCTV juga tidak boleh asal. Harus berbasis peta kerawanan, dengan prioritas di lokasi seperti:
- Kawasan transportasi publik
- Sekolah dan pasar
- Permukiman padat
- Area wisata dan pusat ekonomi
Selain itu, isu privasi juga ikut disorot. Penggunaan CCTV harus tetap menghormati hak warga dan tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu.
Sorotan ini muncul seiring ambisi Jakarta menjadi kota global. Menurut Kevin, status tersebut bukan hanya soal infrastruktur modern, tapi juga rasa aman bagi warga.
Karena itu, keberadaan CCTV harus benar-benar dimaksimalkan sebagai "mata kota" yang aktif melindungi masyarakat, bukan sekadar alat yang dipasang lalu diabaikan.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya bahkan sudah mulai mengintegrasikan sekitar 24.000 CCTV dalam satu sistem pengawasan bersama.
Langkah ini diharapkan bisa memperkuat keamanan, mempercepat respons terhadap kejadian, serta membantu pengungkapan kasus kriminal di Jakarta.