Kemenkes Kejar Imunisasi Campak 95 Persen Sebelum Lebaran, Menkes Waspadai Lonjakan Saat Mudik
JAKARTA, GENVOICE.ID - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan cakupan imunisasi campak mencapai 95 persen dalam satu hingga dua minggu ke depan sebelum Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Budi mengatakan program percepatan imunisasi sudah berjalan selama sepekan dan menunjukkan hasil yang cukup baik, meski angka pasti cakupan terbaru masih dalam proses rekapitulasi.
Menurutnya, target tersebut dikejar sebelum Lebaran karena mobilitas masyarakat akan meningkat drastis saat musim mudik, sehingga risiko penyebaran penyakit juga ikut naik.
Ia menjelaskan bahwa penularan campak tergolong sangat cepat. Satu orang yang terinfeksi bisa menularkan virus ke 12 hingga 18 orang lain jika kekebalan kelompok belum tercapai.
Karena itu, pemerintah menargetkan minimal 95 persen anak memiliki kekebalan melalui vaksinasi agar penyebaran bisa ditekan, seperti yang pernah dilakukan saat menghadapi pandemi COVID-19.
Saat ini imunisasi telah dijalankan di sekitar 50 kabupaten dan kota, dengan pelaksanaan dipercepat melalui puskesmas dan posyandu di berbagai daerah.
Upaya percepatan tersebut juga mendapat dukungan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang meminta pemerintah daerah ikut membantu memastikan target imunisasi tercapai sebelum arus mudik dimulai.
Selain itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menyiapkan layanan vaksin MR di sejumlah posko mudik. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi pemudik yang membawa anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi campak.
Pelaksana tugas Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan layanan vaksin di jalur mudik diharapkan dapat menekan potensi lonjakan kasus campak selama periode libur Lebaran.
Artikel Terkait
Artikel terkait tidak ditemukan.