Jadwal Latihan PSIM Yogyakarta Selama Jeda Kompetisi, Van Gastel Beri Peringatan Keras Soal Berat Badan Pemain Usai Libur Lebaran

Genvoice.id | 18 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Momen libur lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah tahun ini nggak bikin fokus tim kebanggaan warga Jogja, PSIM Yogyakarta, jadi kendor dalam menatap sisa musim BRI Super League 2025/26. Meskipun kompetisi sedang memasuki masa jeda, tim pelatih Laskar Mataram sudah menyusun skenario matang supaya performa para pemain tetap berada di level tertinggi dan nggak anjlok saat liga kembali bergulir nanti.

Sang juru taktik asal Belanda, Jean Paul Van Gastel, menegaskan bahwa waktu istirahat yang diberikan kepada anak asuhnya bukan berarti mereka bisa bersantai tanpa tanggung jawab sama sekali. Sebagai pelatih yang sangat mengutamakan disiplin, ia ingin memastikan bahwa setiap menit di masa jeda ini dimanfaatkan dengan sangat efektif, baik untuk pemulihan fisik maupun penguatan mental bertanding.

Apalagi, tantangan besar sudah menunggu di depan mata karena PSIM dijadwalkan bakal segera berhadapan dengan lawan tangguh, Dewa United FC, dalam laga lanjutan yang diprediksi bakal berjalan sangat sengit dan menentukan posisi mereka di klasemen. Jadi, meskipun ada waktu buat bernapas sejenak, tensi persiapan di internal tim sebenarnya tetap dijaga agar selalu panas dan on track.

Van Gastel memutuskan untuk memberikan jatah libur selama enam hari kepada seluruh skuad Laskar Mataram, terhitung mulai Selasa (17/3) sampai Minggu (22/3). Libur ini sengaja diberikan agar para pemain punya waktu berkualitas untuk berkumpul bareng keluarga di hari raya.

Menurut pelatih berusia 53 tahun tersebut, keseimbangan antara kerja keras di lapangan dan waktu istirahat bareng orang tersayang adalah kunci utama agar mental pemain tetap segar.

"Kami terus berlatih selama beberapa hari dan kemudian memberi kesempatan mereka libur enam hari. Kami punya waktu dua minggu bersiap menghadapi laga lawan Dewa United FC," kata Van Gastel dalam keterangannya.

Meski memberikan kebebasan selama hampir seminggu, pelatih yang juga pernah menangani tim di Eropa ini memberikan catatan tebal soal kondisi fisik. Menariknya, Van Gastel nggak memberikan daftar aturan makan yang super ketat atau melarang pemain mencicipi hidangan khas lebaran.

Namun, ia melempar tanggung jawab tersebut langsung kepada profesionalisme masing-masing individu. Ia memberikan peringatan keras bahwa sekembalinya dari liburan, berat badan dan tingkat kebugaran pemain harus tetap ideal. Jika ada yang balik ke mess dalam kondisi "melar" atau fisik yang loyo, Van Gastel nggak akan segan-segan memberikan hukuman.

"Saya memberikan libur untuk mereka agar bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dan menikmati istirahat karena saya pikir itu penting. Setelah itu, kami mulai lagi menuju hari pertama persiapan melawan Dewa United," tambahnya.

Ketegasan sang pelatih sangat jelas terlihat dari pernyataannya mengenai disiplin fisik ini. "Saya memperingatkan mereka untuk kembali ke latihan nanti dalam kondisi yang bugar dan ideal (dengan berat badan proporsional). Saya akan mengambil tindakan tegas jika mereka tidak kembali seperti keinginan saya," tegasnya dengan nada serius.

Sambil menunggu para pemainnya kembali tancap gas di Yogyakarta, Van Gastel sendiri memilih untuk menjernihkan pikiran dengan berlibur ke luar negeri. Ia memboyong keluarganya untuk menikmati suasana di Vietnam sebelum nantinya fokus total mempersiapkan taktik menghancurkan pertahanan Dewa United.

"Secara pribadi saya pergi ke Vietnam. Saya akan pergi untuk liburan bersama keluarga saya," pungkasnya menutup pembicaraan.

Dengan program yang sudah disusun rapi ini, diharapkan PSIM Yogyakarta bisa langsung menunjukkan taringnya kembali dan memberikan hasil maksimal bagi para pendukung setianya.