Iran Ultimatum AS dan Israel, Presiden Pezeshkian Tuntut Ganti Rugi dan Jaminan Internasional
JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat dan Israel adalah dengan mengakui hak sah Iran, membayar ganti rugi, serta memberikan jaminan internasional agar agresi tidak kembali terjadi di masa depan.
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian melalui unggahan di platform X, Rabu (11/3). Dalam pesannya, ia juga menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen menjaga perdamaian di kawasan, meski situasi militer masih memanas.
Pada hari yang sama, militer Iran memperingatkan akan melancarkan serangan balasan besar jika AS benar-benar menyerang pelabuhan Iran. Juru bicara angkatan bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, menyebut tidak ada titik strategis di Teluk Persia yang aman jika ancaman tersebut direalisasikan.
Pernyataan itu muncul setelah United States Central Command mengunggah pesan berbahasa Persia di X yang meminta warga sipil menjauhi fasilitas pelabuhan tempat angkatan laut Iran beroperasi.
"Jika AS melaksanakan ancamannya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, maka tidak ada pelabuhan, pusat ekonomi, atau titik di Teluk Persia yang berada di luar jangkauan kami," kata Shekarchi dalam wawancara dengan IRIB TV.
Ketegangan meningkat sejak 28 Februari, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan beberapa kota lain di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, sejumlah komandan militer senior, serta warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan gelombang rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, membuat situasi keamanan regional semakin tidak menentu.
Artikel Terkait
Artikel terkait tidak ditemukan.