Del Piero Kritik Keras Juventus Usai Dihajar Galatasaray, Soroti Mental dan Adaptasi Tim
JAKARTA, GENVOICE.ID - Legenda Juventus, Alessandro Del Piero, melontarkan kritik tajam terhadap performa mantan klubnya setelah kalah telak 2-5 dari Galatasaray pada leg pertama playoff Liga Champions UEFA 2025-2026. Kekalahan ini membuat Bianconeri berada dalam posisi sulit jelang leg kedua.
Laga yang digelar di Stadion Ali Sami Yen berlangsung dramatis dengan total tujuh gol tercipta. Juventus sempat menunjukkan perlawanan setelah dua gol Teun Koopmeiners membalikkan skor menjadi 2-1. Namun, situasi berubah drastis setelah jeda.
Juventus kebobolan empat gol tambahan di babak kedua, termasuk setelah bek Juan Cabal diganjar kartu merah pada menit ke-67. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan maksimal oleh tuan rumah hingga memastikan kemenangan meyakinkan.
Dalam analisisnya di Sky Sport, Del Piero menilai Juventus melakukan terlalu banyak kesalahan mendasar, terutama dari sisi individu. Ia menyebut tim terlihat kesulitan menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi dan gagal beradaptasi dengan gaya permainan lawan.
Menurut Del Piero, laga seperti ini menuntut pendekatan berbeda, baik secara taktik maupun mentalitas. Ia menilai Juventus kurang menunjukkan determinasi dan fleksibilitas, sesuatu yang penting dalam duel bertekanan tinggi di kompetisi Eropa.
Legenda Italia itu juga menyinggung masa depan klub. Ia menilai peluang perubahan besar bergantung pada hasil Juventus di kompetisi domestik. Jika berhasil kembali ke Liga Champions musim depan, klub disebut bisa merancang ulang proyek jangka panjang, termasuk kemungkinan bekerja sama dengan pelatih seperti Luciano Spalletti.
Selain itu, Del Piero menegaskan bahwa Juventus membutuhkan perombakan skuad lewat bursa transfer. Ia menilai kebutuhan tersebut sudah terasa dalam beberapa musim terakhir dan kembali terlihat jelas dalam kekalahan ini.
Sementara itu, bek Juventus Pierre Kalulu juga mengakui timnya tampil buruk, terutama di babak kedua. Ia menyebut gol demi gol lawan banyak berawal dari kesalahan sendiri, dan performa setelah turun minum menjadi hal yang paling sulit diterima.
Kalulu menegaskan kartu merah bukan satu-satunya alasan kekalahan. Menurutnya, tim tetap seharusnya mampu membatasi peluang lawan meski bermain dengan 10 orang. Ia pun menekankan pentingnya evaluasi cepat agar tim bisa segera bangkit.
Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Juventus, yang kini harus mengejar defisit besar pada leg kedua jika ingin menjaga asa melaju ke fase gugur Liga Champions.