Terungkap Sebelum Hilang Kontak, Bandara Adisutjipto Pastikan Penerbangan ATR ke Makassar Sudah Sesuai Prosedur
JAKARTA, GENVOICE.ID - Manajemen Bandara Adisutjipto Yogyakarta memastikan seluruh proses keberangkatan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang kemudian dilaporkan hilang kontak di sekitar Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
General Manager Bandara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Soekadi, menegaskan bahwa sejak berada di ruang tunggu hingga proses boarding, tidak ada tahapan yang dilanggar. Seluruh penumpang dan kru telah melewati pemeriksaan keamanan sesuai standar bandara sebelum pesawat diberangkatkan menuju Makassar.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto pada pukul 08.08 WIB dengan tujuan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Wibowo menjelaskan, seluruh rangkaian prosedur, mulai dari pemeriksaan X-ray hingga Security Check Point (SCP), telah dijalankan sebagaimana mestinya.
Dalam penerbangan tersebut, pesawat mengangkut tujuh kru dan tiga penumpang. Menurut pihak bandara, tidak ada kendala yang terdeteksi saat proses keberangkatan berlangsung.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menerima laporan hilangnya pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT pada Sabtu (17/1). Pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 itu terbang dari Yogyakarta menuju Makassar dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.
Hingga kini, pesawat masih dalam tahap pencarian. Tim SAR memfokuskan operasi di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, yang juga dijadikan sebagai Posko Basarnas. Pencarian lanjutan direncanakan dilakukan melalui penyisiran udara menggunakan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas pada pukul 16.25 WITA.
Di sisi lain, AirNav Indonesia juga tengah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait aktivitas pencarian dan pertolongan guna memastikan keselamatan penerbangan lain di sekitar wilayah operasi SAR.