Pesawat Hilang Kontak di Sulsel Ditemukan di Puncak Gunung, Basarnas Fokus Cari Korban

Genvoice.id | 18 Jan 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang sempat hilang kontak di Sulawesi Selatan terus berlanjut.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kini memusatkan pencarian korban di sekitar lokasi ditemukannya serpihan pesawat di puncak Bukit Bulusaraung, kawasan pegunungan yang masuk wilayah Kabupaten Pangkep-Maros.

Basarnas menetapkan radius pencarian sejauh satu kilometer dari titik penemuan badan pesawat. Fokus utama operasi ini adalah menemukan seluruh penumpang dan awak pesawat yang tercatat berada di dalam ATR tersebut. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menegaskan bahwa seluruh upaya saat ini diarahkan pada pencarian korban di medan yang tidak mudah dijangkau.

Untuk mempercepat proses, area pencarian dibagi ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU) darat. Tim-tim ini menyebar di kawasan pegunungan yang didominasi bebatuan kars dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Tantangan tak hanya datang dari kontur medan, tetapi juga cuaca yang cepat berubah dan kerap menyulitkan jarak pandang.

Sebanyak 376 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini. Mereka berasal dari Basarnas, TNI, Polri, hingga unsur potensi SAR lainnya, termasuk mahasiswa pecinta alam. Seluruh tim bekerja berpacu dengan waktu di tengah kondisi alam yang ekstrem.

Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT sendiri ditemukan pada Minggu pagi, kurang dari 24 jam sejak dilaporkan hilang kontak oleh otoritas penerbangan di Sulawesi Selatan. Keberadaannya pertama kali terdeteksi sekitar pukul 07.17 Wita, setelah pesawat patroli udara melihat serpihan berwarna putih di kawasan Bukit Bulusaraung.

Tak lama berselang, tim SAR darat mengonfirmasi temuan serpihan pesawat di sisi utara puncak bukit sekitar pukul 08.02 Wita. Tujuh menit kemudian, badan pesawat berhasil ditemukan dan langsung dilakukan identifikasi awal di lokasi.

Helikopter SAR sempat mendarat untuk menurunkan personel Kopasgat dan Basarnas guna memperkuat tim darat. Namun, helikopter tersebut kembali mengudara karena angin yang cukup kencang serta jarak pandang yang sangat terbatas, hanya sekitar lima meter.

Berdasarkan data manifes penerbangan, pesawat ATR 42-500 ini mengangkut 11 orang, termasuk awak pesawat. Di antaranya terdapat tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal. Hingga kini, proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lokasi.