Jatuh ke Jurang 200 Meter, Satu Korban Pesawat ATR di Bulusaraung Berhasil Dievakuasi
JAKARTA, GENVOICE.ID - Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi satu korban dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Bukit Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan.
Korban ditemukan berada di dalam jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter, Minggu siang.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, mengungkapkan korban ditemukan sekitar pukul 14.20 WITA di koordinat 04°54'44" LS dan 119°44'48" BT. Lokasi penemuan berada di area terjal, tak jauh dari serpihan pesawat yang sebelumnya telah teridentifikasi oleh tim SAR.
Menurut Edy, proses evakuasi langsung dilakukan setelah korban ditemukan. Medan ekstrem memaksa tim menggunakan teknik vertical rescue dengan sistem tali-temali. Evakuasi dilakukan melalui jalur pendakian untuk membawa korban menuju posko utama sebelum dilakukan identifikasi lebih lanjut.
Kepala Kantor SAR Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC) memastikan korban berjenis kelamin laki-laki. Saat ditemukan, posisi korban berada di sekitar serpihan pesawat, memperkuat dugaan bahwa tubuh pesawat terhempas ke area jurang akibat kondisi medan Bukit Bulusaraung yang curam.
Selain mengevakuasi korban, tim SAR juga kembali menemukan sejumlah serpihan pesawat lainnya, termasuk bagian rangka dan kursi. Temuan tersebut menjadi petunjuk penting dalam proses penyisiran lanjutan di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.
Operasi pencarian dan evakuasi hingga kini masih terus berlangsung. Basarnas menegaskan bahwa proses dilakukan dengan sangat hati-hati, mengingat medan berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut dan kondisi cuaca yang dapat berubah dengan cepat.
Sebanyak 376 personel tim SAR gabungan dikerahkan dalam operasi ini. Mereka berasal dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur potensi SAR lainnya, termasuk organisasi Mahasiswa Pencinta Alam. Seluruh tim bekerja berpacu dengan waktu untuk mencari dan mengevakuasi korban lainnya, baik penumpang maupun awak pesawat.
Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT sebelumnya dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya ditemukan pada Minggu pagi. Berdasarkan data manifes penerbangan terbaru, pesawat tersebut mengangkut 10 orang, termasuk awak pesawat. Di dalamnya terdapat tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal.
Basarnas memastikan operasi SAR akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.