Dewan Perdamaian Gaza Resmi Dibentuk, Donald Trump Ajak Jared Kushner Dan Tokoh Dunia Buat Atur Strategi Baru!
JAKATRA, GENVOICE.ID - Gedung Putih baru saja melempar pengumuman yang bener-bener bikin gempar panggung politik internasional di awal tahun 2026 ini, Gen. Pemerintahan Amerika Serikat di bawah kendali Donald Trump secara resmi mengumumkan pembentukan sebuah badan khusus bernama Dewan Perdamaian untuk Gaza. Berita besar ini bener-bener menyita perhatian karena tim yang dibentuk bukan sembarangan orang, melainkan deretan sosok kelas berat yang punya pengaruh besar di skala global.
Tujuan utama dari dibentuknya dewan ini adalah untuk mengeksekusi rencana perdamaian 20 poin yang sebelumnya sudah diperkenalkan oleh Trump sebagai solusi final untuk mengakhiri konflik di wilayah tersebut. Publik pun langsung menyoroti komposisi anggota dewan ini karena Trump membawa kembali orang-orang kepercayaannya yang dulu sempat menangani urusan Timur Tengah.
Keputusan ini dinilai sangat berani dan ambisius karena Amerika ingin mengambil peran penuh dalam proses pemulihan Gaza pasca-perang. Nggak cuma soal politik, dewan ini juga bakal masuk ke ranah rekonstruksi besar-besaran yang pastinya butuh koordinasi tingkat tinggi. Banyak pihak yang penasaran, apakah tim super bentukan Trump ini bakal beneran bisa bawa kedamaian atau justru bakal memicu perdebatan baru di kalangan pemimpin dunia lainnya, Gen.
Dewan Perdamaian ini bakal dipimpin langsung oleh Donald Trump. Berdasarkan pernyataan resmi dari Gedung Putih pada Jumat, 16 Januari 2026, beberapa nama mentereng yang ikut bergabung antara lain adalah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, dan sosok yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya, yaitu Jared Kushner yang juga menantu dari Trump sendiri. Nggak cuma dari internal Amerika, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair juga dipastikan ikut ambil bagian dalam misi besar ini.
Sistem kerjanya pun dibuat sangat spesifik, di mana setiap anggota bakal memegang tanggung jawab di bidang tertentu, mulai dari urusan diplomasi, tata kelola pemerintahan, sampai urusan pembangunan kembali atau rekonstruksi kota. Untuk urusan komunikasi lapangan, Nickolay Mladenov yang merupakan mantan utusan PBB ditunjuk jadi perwakilan tinggi sekaligus jembatan utama antara dewan ini dengan pihak pemerintah lokal di Gaza.
Urusan keamanan juga nggak main-main, Gen. Ada Mayor Jenderal Jasper Jeffers yang bakal memimpin Pasukan Stabilisasi Internasional. Tugas mereka cukup berat, yaitu menjaga perdamaian di lapangan, mendukung proses penghapusan senjata atau demiliterisasi, serta memastikan kalau bantuan kemanusiaan dan bahan bangunan bisa masuk ke Gaza tanpa hambatan apa pun.
Trump sendiri menyatakan dukungannya agar para pemimpin Palestina bisa menjalankan pemerintahan di Gaza selama masa transisi ini berlangsung. Di balik layar, Amerika juga lagi gencar menjalin kerja sama dengan negara-negara kunci seperti Mesir, Turki, dan Qatar. Tujuannya adalah untuk mencapai kesepakatan total dengan Hamas, yang mencakup penyerahan semua senjata dan pembongkaran seluruh jaringan terowongan bawah tanah yang mereka miliki. Misi ini bener-bener jadi pertaruhan besar bagi diplomasi Amerika di mata dunia, Gen.
Menurut Gen, apakah komposisi tim yang isinya orang-orang dekat Trump ini bakal efektif buat bikin Gaza damai, atau justru kehadirannya bakal ditentang sama pihak-pihak di sana?