Trailer Esok Tanpa Ibu Bikin Netizen Mewek, Kisah Remaja yang Curhat Pakai AI Demi Obati Rindu pada Ibu yang Koma, Cek Jadwal Tayang Bioskop Januari 2026!

Genvoice.id | 17 Dec 2025

JAKATRA, GENVOICE.ID - Gen, siap-siap buat baper brutal di awal tahun depan! Sebuah karya layar lebar yang sangat dinantikan, 'Esok Tanpa Ibu', baru saja resmi merilis trailer dan poster terbarunya setelah sukses melakukan pemutaran perdana di ajang JAFF20 pada Senin (15/12/2025). Film ini bukan kaleng-kaleng karena merupakan hasil kolaborasi lintas negara antara BASE Entertainment, Beacon Film, dan Refinery Media, serta didukung penuh oleh Singapore Film Commission dan IMDA. Sejak cuplikan videonya muncul di jagat maya, banyak orang yang mengaku langsung tersentuh karena ceritanya yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari namun dibungkus dengan sentuhan teknologi yang unik.

Dalam trailer yang baru dirilis tersebut, kita diajak mengintip kehidupan sehari-hari sebuah keluarga kecil yang hangat. Fokus utamanya adalah Cimot, seorang anak remaja yang punya ikatan sangat kuat dengan Ibunya. Cimot digambarkan sebagai sosok anak yang selalu terbuka dan membagikan semua keluh kesah serta kebahagiaannya kepada sang Ibu. Kontras banget dengan hubungannya ke sang Bapak, di mana Cimot justru cenderung tertutup dan menyimpan banyak rahasia. Namun, kebahagiaan itu mendadak sirna ketika sebuah tragedi menimpa sang Ibu hingga membuatnya jatuh dalam kondisi koma.

Kehilangan sosok pelindung dan tempat bercerita membuat hidup Cimot berantakan. Keadaan semakin rumit karena hubungan Cimot dengan Bapaknya menjadi sangat canggung dan penuh konflik emosional yang intens. Di sinilah letak keunikan ceritanya, Gen. Karena saking rindunya dan nggak tahu cara menghadapi rasa sedih tersebut, Cimot beralih ke teknologi kecerdasan buatan alias AI.

Coping Mechanism Pakai AI dan Pesan Mendalam Dian Sastro

Aktor muda berbakat, Ali Fikry, yang memerankan tokoh Cimot menjelaskan bahwa karakternya terjebak dalam rasa kehilangan yang luar biasa. Ia menggunakan teknologi AI buatan temannya yang diberi nama 'i-Bu' sebagai pelarian atau coping mechanism.

"Cimot tidak tahu bagaimana menghadapi kesedihan, jadi dia mulai menggunakan AI yang di film ini ada teknologi buatan temannya bernama 'i-Bu'. Itu sebagai coping mechanism si Cimot karena kangen sama Ibunya," ucap Ali Fikry saat memberikan keterangan di Jakarta.

Dian Sastrowardoyo, yang bertindak sebagai produser sekaligus pemeran sang Ibu, merasa sangat terhormat bisa membawakan karakter yang sangat representatif bagi banyak perempuan. Menurutnya, film ini membawa pesan kuat bahwa kehadiran fisik dan rasa aman dari seorang ibu tidak akan pernah bisa diduplikasi oleh apa pun di dunia ini.

"Ibu selalu memberikan perasaan untuk dimengerti, aman, dan Ibu tidak bisa digantikan oleh Bapak atau bahkan oleh AI sekalipun. Saya merasa sangat terhormat bisa memerankan Ibu di film ini," ujar Dian Sastro dengan penuh penghayatan.

Sentuhan Musik Kunto Aji dan Jadwal Rilis

Produser Shanty Harmayn mengungkapkan bahwa film yang juga dikenal dengan judul 'Mothernet' ini melewati proses pengembangan yang sangat panjang sejak ide awal muncul dari Gina S. Noer dan Diva Apresya. Isu yang diangkat sangat relevan dengan zaman sekarang, yaitu bagaimana teknologi bisa mempengaruhi hubungan antarmanusia di dalam sebuah keluarga.

"Dari banyak percakapan kami, mulai dari isu keluarga, hingga bagaimana teknologi bisa mempengaruhi hubungan manusia. Proses yang dilalui cukup panjang dan terus berevolusi hingga menjadi karya yang bisa dinikmati oleh penonton Indonesia," jelas Shanty Harmayn.

Suasana haru di trailer ini semakin terasa dalam berkat iringan musik dari Kunto Aji serta kolaborasi 'hara & Nosstres'. Musiknya memberikan dimensi emosi yang sangat dalam, terutama saat wujud AI tersebut mulai berinteraksi dan memicu pertanyaan besar: apakah kasih sayang manusia bener-bener bisa digantikan oleh mesin?

Disutradarai oleh sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding, dan naskahnya ditulis secara kolaboratif oleh Gina S. Noer, Diva Apresya, serta Melarissa Sjarief, film ini menampilkan visual poster yang estetik. Terlihat Dian Sastrowardoyo, Ali Fikry, dan Ringgo Agus Rahman berbaring di antara hamparan bunga putih yang penuh simbolisme. Jangan sampai ketinggalan, film 'Esok Tanpa Ibu' bakal mulai tayang di seluruh bioskop pada 22 Januari 2026.

Gen, kalau kamu ada di posisi Cimot, apakah kamu bakal memilih ngobrol sama AI demi mengobati rasa kangen, atau lebih memilih buat memperbaiki komunikasi yang canggung sama Bapak?