Siswi SD 12 Tahun Akui Bunuh Ibu di Medan Saat Prarekonstruksi 43 Adegan, Keluarga Korban: Terlalu Banyak Kejanggalan

Genvoice.id | 17 Dec 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kasus tragis pembunuhan Faizah Soraya (42) di Medan masih menyisakan banyak tanda tanya besar.

Di tengah proses penyidikan, muncul pengakuan yang sangat mengejutkan dari AI (12), siswi kelas 6 SD yang merupakan anak bungsu korban, mengaku telah menghabisi nyawa ibunya.

Prarekonstruksi 43 Adegan Selama 6 Jam

Pihak kepolisian terus bekerja keras untuk mengungkap kebenaran.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan bahwa mereka telah menggelar dua kali prarekonstruksi, salah satunya langsung di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Pra rekonstruksi kedua ini dilaksanakan selama 6 jam dengan melibatkan AI (pelaku), kakak, dan ayah korban.

"Setidaknya ada 43 adegan yang tadi kita lakukan. Mudah-mudahan ini lebih menyempurnakan proses penyidikan," ujar Kombes Jean, memastikan seluruh rangkaian dilakukan dengan pendampingan psikolog.

Ditemukan Tewas Penuh Luka di Kamar

Faizah Soraya ditemukan tak bernyawa oleh anak-anaknya di dalam kamar rumah mereka di Jalan Dwikora, Medan, pada Rabu (10/12/2025). Kondisi korban sangat memilukan, terkapar dengan luka di sekujur tubuh.

Menurut kesaksian Kepala Lingkungan V Tanjung Rejo, Tono, berdasarkan keterangan suami korban (Alham Wumala Siagian), saat kejadian, anak pertama menemukan jasad Faizah, sementara AI (anak bungsu) hanya terlihat terduduk diam di sofa sambil memegang pisau.

Keluarga Ragu karena Luka Terlalu Banyak

Meskipun AI telah membuat pengakuan, keluarga korban, khususnya adik kandung Faizah bernama Dimas, menyimpan keraguan besar.

Dimas mempertanyakan, sulit dipercaya bahwa anak berusia 12 tahun, yang dikenal berprestasi dan sangat dekat dengan ibunya, mampu melakukan aksi sekejam itu mengingat banyaknya luka di tubuh korban.

"Adek Alicia mengaku dia yang membunuh mamanya," tulis Dimas di Instagram. Namun, ia menambahkan, "Tapi semua kejanggalan mulai tampak dan kita hanya bisa nunggu laporan resmi dari Kepolisian."

Kejanggalan Rumah Tangga Ikut Terungkap

Kecurigaan keluarga semakin besar karena fakta bahwa rumah tangga Faizah dan suaminya disebut sudah tidak harmonis selama lima tahun terakhir.

Kondisi inilah yang membuat pihak keluarga berharap besar agar penyidik dapat mengungkap fakta sebenarnya, terutama karena mereka merasa ada terlalu banyak kejanggalan dalam kasus ini.

Gen, kasus yang terjadi di Medan ini benar-benar menghadirkan dilema besar.

Pengakuan dari anak kandung berusia 12 tahun yang dikenal berprestasi, ditambah dengan keraguan dan kejanggalan yang diungkapkan pihak keluarga korban (termasuk isu keretakan rumah tangga), membuat kasus ini menjadi sangat kompleks.

Kita berharap 43 adegan prarekonstruksi yang sudah dilakukan polisi, bersama dengan pendalaman psikologis terhadap AI, dapat segera mengungkap fakta sesungguhnya.

Kebenaran harus terungkap demi keadilan Faizah Soraya dan demi masa depan psikologis anak-anaknya.

Gen, tragedi ini sangat memilukan. Bagaimana menurutmu tentang kejanggalan-kejanggalan yang diungkapkan oleh keluarga korban? Yuk, share pendapatmu!