PSSI Cari Pelatih Baru Timnas Indonesia yang Jago Transfer Ilmu, Nova Arianto Jadi Bukti Nyata Pelatih Lokal Bisa Sukses Tembus Piala Dunia!
JAKARTA, GENVIOCE.ID - Gen, kabar terbaru datang dari dapur federasi sepak bola kita, PSSI. Ternyata, dalam mencari nakhoda baru untuk skuad Garuda Senior, PSSI nggak cuma fokus cari orang yang jago taktik atau sekadar ngejar kemenangan di lapangan saja. Ada misi rahasia yang jauh lebih besar dan mulia di balik penunjukan pelatih baru nanti. Federasi pengen banget sosok yang terpilih adalah orang yang nggak pelit ilmu dan mau jadi mentor buat para pelatih lokal kita. Tujuannya jelas, supaya ke depannya Indonesia punya stok pelatih dalam negeri yang kualitasnya nggak kalah sama pelatih kelas dunia.
Langkah ini diambil karena PSSI sadar bahwa sepak bola Indonesia butuh regenerasi tenaga ahli di pinggir lapangan. Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, secara tegas menyampaikan bahwa pelatih Timnas Senior yang akan datang wajib membuka pintu lebar-lebar untuk bekerja sama dengan asisten pelatih lokal. Skema "magang" level elit ini dinilai sebagai cara paling efektif buat menyerap ilmu kepelatihan modern secara langsung di lapangan. PSSI nggak mau pelatih asing cuma datang, melatih, lalu pergi tanpa meninggalkan warisan pengetahuan bagi putra daerah.
"Berkaitan dengan pelatih timnas senior, ini memang menjadi isu, tapi yakinlah bahwa kami di PSSI ingin betul-betul mendapatkan pelatih timnas senior yang sesuai kriteria yang kami butuhkan," ucap Sumardji dilansir dari Antara.
Belajar dari Kesuksesan Transformasi Nova Arianto
Kalau kalian bertanya-tanya emang bisa asisten lokal jadi hebat? Jawabannya ada pada sosok Nova Arianto, Gen. Sumardji memberikan contoh paling nyata bagaimana Nova memulai perjalanannya benar-benar dari nol saat pertama kali diminta mendampingi Shin Tae-yong (STY). Selama lima tahun penuh, Nova "disekolahkan" langsung di bawah arahan STY untuk memahami standar sepak bola internasional.
"Hal terpenting yang perlu saya sampaikan, pelatih yang terpilih nanti hal utamanya harus mau menerima asisten-asisten dari lokal untuk bergabung secara bersama-sama. Contohnya sama, coach Nova, dari nol. Awalnya sama, kita minta STY ada pelatih lokal yang ikut di tim," ujarnya lagi.
Hasilnya nggak main-main. Selama masa belajarnya, Nova terlibat dalam 57 pertandingan Timnas Senior, termasuk momen bersejarah saat Indonesia lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 dan menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Nggak berhenti di situ, ilmu yang didapat Nova langsung dipraktikkan saat ia menukangi Timnas U-17 hingga sukses membawa Garuda Muda lolos ke Piala Dunia U-17 2025. Sekarang, Nova bahkan sudah naik level menjadi pelatih Timnas U-20 dengan target ambisius membawa Indonesia terbang ke Piala Dunia U-20 2027.
Target PSSI: Transfer Ilmu yang Berkelanjutan
PSSI menilai kehadiran pelatih lokal di staf timnas senior adalah syarat mati yang nggak bisa ditawar. Menurut Sumardji, kalau nggak ada perwakilan lokal di dalam tim kepelatihan, proses transfer ilmu itu bakal macet. Padahal, Indonesia butuh pelatih lokal yang siap memimpin tim nasional di masa depan tanpa harus terus-menerus bergantung pada tenaga asing.
"Ini penting sekali, karena kalau tidak ada keterwakilan, transfer ilmu itu juga tidak jalan," tutur Sumardji.
Harapannya, minimal ada dua pelatih lokal yang bisa dilibatkan secara aktif dalam staf kepelatihan senior nanti. Dengan pendampingan langsung dari pelatih kepala yang punya pengalaman internasional, pelatih dalam negeri diharapkan bisa berkembang pesat dan punya jam terbang yang mumpuni. Ini adalah investasi jangka panjang PSSI agar kualitas sepak bola kita naik kelas secara keseluruhan, mulai dari pemain sampai ke jajaran pelatihnya.
Gen, menurut kamu siapa nih pelatih lokal yang paling cocok buat mendampingi pelatih baru Timnas Senior nanti supaya bisa sekeren Coach Nova?