Thailand Kembali Bentrok dengan Kamboja, Trump Tangguhkan Perundingan Perdagangan

Genvoice.id | 17 Nov 2025

JAKARTA, Genvoice.id - Ketegangan antara Thailand dan Kamboja kembali memanas setelah Thailand menuduh Kamboja meletakkan ranjau darat baru yang melukai tentara Thailand. Sebagai dampak diplomatik, Amerika Serikat (AS) menangguhkan sementara negosiasi tarif perdagangan dengan Thailand, menunggu komitmen kembali Thailand pada kesepakatan perdamaian.

Kementerian Luar Negeri Thailand secara resmi menuntut permintaan maaf kepada Phnom Penh setelah sebuah ranjau meledak di perbatasan dan melukai tentara Thailand.

Insiden ini memicu penangguhan pelaksanaan perjanjian perdamaian yang diteken di Kuala Lumpur pada Oktober 2025 oleh kedua negara, dengan mediasi Presiden AS Donald Trump.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura, menyatakan kekecewaan pemerintah Thailand atas tindakan Kamboja tersebut, sekaligus menegaskan bahwa klaim damai harus dihormati agar ketegangan tidak kembali memuncak.

AS Tangguhkan Negosiasi Perdagangan

Sebagai konsekuensi dari ketegangan baru ini, AS menangguhkan pembicaraan tarif timbal balik dengan Thailand. Wakil Perwakilan Dagang AS memberitahu pihak Thailand bahwa pembicaraan akan dilanjutkan hanya setelah Thailand menegaskan kembali dukungannya pada deklarasi gencatan senjata dengan Kamboja.

Menanggapi sikap AS, Thailand menyatakan kekecewaannya. Juru bicara pemerintah Thailand, Siripong Angkasakulkiat, mengatakan bahwa isu perdagangan seharusnya dipisahkan dari sengketa perbatasan, karena masalah keamanan bilateral dan hubungan dagang memiliki dinamika berbeda.

Sikap Pemerintah Thailand

Siripong menuturkan bahwa Presiden AS Donald Trump telah menjanjikan bahwa AS tidak akan mencampuri masalah perbatasan di luar kerangka mekanisme bilateral. Ia menyebut perundingan tarif tetap akan dilanjutkan terpisah dari perselisihan perbatasan.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Thailand Nikorndej Balankura menyatakan bahwa kedua negara, AS dan Thailand, berharap penyelesaian cepat konflik perbatasan agar dialog perdagangan bisa kembali berjalan.

Bentrok terbaru ini bukan insiden pertama. Juli 2025 lalu, konflik bersenjata pecah di perbatasan Thailand dan Kamboja dengan korban tewas dan ribuan pengungsi.

Kesepakatan damai sempat dicapai dengan mediasi Trump dan pemimpin ASEAN, namun laporan penanaman ranjau memicu pembekuan salah satu bagian perjanjian.