Bukan Rayakan Ultah, Ini Alasan Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor

Genvoice.id | 17 Oct 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Prabowo Subianto menggelar jamuan untuk Wakil Perdana Menteri Rusia beserta rombongan di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat malam. Dalam agenda tersebut, Prabowo turut didampingi sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih.

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari agenda menjamu delegasi Rusia yang berkunjung ke Indonesia. Ia sekaligus meluruskan kabar yang menyebut acara tersebut digelar untuk merayakan ulang tahun.

"Tidak ada perayaan ultah tadi malam," kata Syahganda kepada wartawan, Sabtu (17/10/2026).

Jamuan untuk Delegasi Rusia

Syahganda menegaskan, agenda utama pertemuan di Istana Bogor adalah menyambut Wakil Perdana Menteri Rusia dan rombongannya. Acara tersebut dikemas dalam suasana jamuan resmi yang melibatkan unsur budaya Indonesia.

"Menjamu Bapak Wakil Perdana Menteri Rusia dan rombongan," sambungnya.

Dalam jamuan itu, para tamu disuguhi pertunjukan tarian daerah serta makan malam. Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan para anggota Kabinet Merah Putih kepada delegasi Rusia yang hadir.

"Jamuan berupa tarian tarian daerah dan makan malam. Sambil memperkenalkan seluruh anggota kabinet," ujarnya.

Prabowo Singgung Hubungan Indonesia dan Rusia

Selain jamuan makan malam dan pertunjukan budaya, Prabowo juga menyampaikan pidato mengenai hubungan historis Indonesia dengan Rusia. Dalam pidatonya, Presiden membahas kontribusi Rusia dan Uni Soviet pada masa lalu terhadap Indonesia.

Menurut Syahganda, pesan tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk memperkuat hubungan persahabatan dengan Rusia. Pemerintah ingin menjadikan Rusia sebagai mitra yang memiliki hubungan baik dengan Indonesia.

"Pidato Bapak Presiden soal jasa-jasa Rusia dan dulu Uni Soviet terhadap Indonesia dan Indonesia ingin menjadikan Rusia sahabat sejati," tuturnya.

Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa jamuan kenegaraan tidak hanya menjadi kesempatan untuk menyambut delegasi asing, tetapi juga sarana memperkenalkan budaya Indonesia dan anggota pemerintahan. Melalui agenda itu, pemerintah turut menyampaikan pesan mengenai hubungan persahabatan Indonesia dan Rusia.