Formula E Rilis Kalender Musim 2025-2026, Jakarta Ditinggalkan!

Genvoice.id | 17 Oct 2025

JAKARTA, Genvoice.id - Federasi Otomotif Internasional (FIA) resmi merilis kalender sementara Formula E musim 2025-2026 dengan total 18 seri balapan di 12 kota dunia. Namun, dari daftar yang diumumkan, Jakarta tidak tercantum sebagai salah satu tuan rumah.

Balapan listrik musim depan akan dimulai di São Paulo, Brasil, pada 6 Desember 2025 dan berakhir di London, Inggris, pada Agustus 2026. Sejumlah kota baru masuk dalam daftar, seperti Madrid dan Miami, yang akan memulai debutnya sebagai tuan rumah ajang balap mobil listrik paling bergengsi di dunia itu.

Ketidakhadiran Jakarta cukup mengejutkan, mengingat ibu kota Indonesia baru saja kembali menggelar Jakarta E-Prix 2025 di sirkuit Ancol pada Juni lalu. Ajang itu sempat mendapat apresiasi positif dari Federasi Formula E karena sukses dalam penyelenggaraan dan antusiasme penonton yang tinggi. Namun, dalam kalender musim baru, nama Jakarta tidak muncul sama sekali.

FIA menyebut kalender yang diumumkan ini masih bersifat provisional alias sementara. Dua seri di kawasan Asia masih berstatus To Be Confirmed (TBC), sehingga peluang Jakarta untuk kembali menjadi tuan rumah sebenarnya belum tertutup sepenuhnya.

"Masih ada dua lokasi yang sedang dalam tahap negosiasi di kawasan Asia. Kami akan mengumumkan secara resmi setelah seluruh kontrak dan persyaratan teknis terpenuhi," tulis pernyataan resmi Formula E di laman resminya.

Sejumlah faktor diduga menjadi penyebab absennya Jakarta dalam daftar awal musim 2025-2026. Salah satunya adalah negosiasi kontrak baru antara penyelenggara Formula E dan pemerintah daerah DKI Jakarta yang disebut belum rampung.

Berdasarkan laporan dari Antara News, pihak Formula E dan panitia lokal masih melakukan pembahasan mengenai klausul teknis serta pembagian tanggung jawab dalam penyelenggaraan.

"Kami masih berkomunikasi dengan pihak Formula E. Mereka menyatakan terbuka untuk kembali ke Jakarta pada musim 2026, tapi belum ada keputusan final," ujar salah satu pejabat Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta.

Selain itu, penyesuaian logistik dan kalender global juga turut memengaruhi keputusan. Formula E kini berusaha menata jadwal agar lebih efisien dalam hal jarak tempuh dan pengiriman peralatan, sejalan dengan komitmen terhadap pengurangan jejak karbon. Karena itu, sejumlah kota di Asia harus bersaing ketat untuk mendapatkan slot.