Awas, Batu Kerikil di Kembang Ban Bisa Jadi Bom Waktu! Begini Cara Kerjanya Merusak Ban Perlahan

Genvoice.id | 17 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Teknologi ban semakin canggih, salah satunya mampu melepaskan kerikil kecil secara otomatis saat kendaraan berjalan. Fitur ini dikenal sebagai stone ejector, seperti dijelaskan oleh Fachrul Rozi, Customer Engineering Support PT Michelin Indonesia.

"Kalau ada stone trap, kami punya teknologi stone ejector. Batu bisa terpental keluar saat roda berjalan," ujar Fachrul.

Namun, tak semua batu bisa terlepas dengan mudah. Jika bentuk batu mirip dengan celah pada alur ban, maka batu itu bisa mendekam di sana dalam waktu lama, dan inilah yang justru membahayakan.

"Kalau ternyata bentuk batu yang masuk di ban sama dengan celahnya, maka bisa mendekam lama," lanjut Fachrul.

Bahaya Batu di Kembang Ban:

Batu yang tertahan lama di celah ban bisa melukai permukaan ban secara perlahan,atau istilahnya drilling. Batu tersebut akan terus menekan dan menyusup masuk hingga menembus lapisan karet dan mencapai bagian dalam ban seperti kawat penguat.

Ketika ini terjadi:

  • Air bisa masuk ke dalam struktur ban

  • Konstruksi ban akan rusak

  • Ban bisa kempis perlahan atau bahkan meledak saat digunakan

"Dia akan terus drilling, dan pasti ada efeknya ke ban. Kalau sudah masuk air dan merusak konstruksi, bisa bikin ban pecah," jelas Fachrul.

Tips Penting:

  • Selalu periksa kondisi alur ban, terutama setelah melintasi jalan berbatu atau off-road

  • Jika melihat batu kecil menyelip di kembang ban, segera keluarkan secara manual

  • Fitur stone ejector umumnya hanya terdapat pada ban performa tinggi atau kendaraan niaga berat

  • Mobil angkutan atau muatan berat lebih rentan terhadap risiko ini dibandingkan mobil penumpang biasa