Alwi Farhan Tersingkir di 16 Besar China Masters 2025, Akui Strategi Gagal Total Lawan Li Shi Feng
JAKARTA, GENVOICE.ID - Harapan tunggal putra Indonesia di ajang China Masters 2025 harus terhenti di babak 16 besar. Alwi Farhan kalah dua gim langsung dari tunggal tuan rumah, Li Shi Feng, dengan skor 16-21, 9-21 pada laga yang digelar di Shenzhen Arena, Shangbu, Selasa (16/9).
Dalam pertandingan berdurasi kurang dari 40 menit itu, Alwi sebenarnya sempat mencoba menerapkan strategi yang disiapkan bersama tim pelatih. Namun, menurut pengakuannya, rencana permainan tidak berjalan sebagaimana mestinya. "Strategi dan gambaran sebelum bertanding sudah ada, dan di gim pertama cukup berjalan. Tapi di akhir ada momen seharusnya dia mati, malah bisa mengembalikan. Itu mengganggu pikiran saya dan membuat tidak bisa melawan," kata Alwi, dikutip PBSI.
Sebagai unggulan keempat turnamen BWF Super 750 ini, Li Shi Feng memang tampil solid sejak awal. Alwi mengaku kesulitan menembus pertahanan lawan yang rapat, sekaligus gagal mempertahankan ritme permainan cepat yang sempat ia coba bangun. "Pastinya saya kurang puas dengan performa hari ini. Beberapa kali ketika mau bermain cepat, dia bisa meredam dengan sangat baik," jelasnya.
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Alwi, mengingat ini adalah pertemuannya yang pertama dengan Li Shi Feng. "Ini pengalaman pertama saya melawan permainan seperti ini. Jadi banyak hal yang bisa dipelajari untuk ke depan," tambahnya.
Meski gagal melaju lebih jauh, Alwi tetap mendapat sorotan karena keberhasilannya menembus babak 16 besar turnamen bergengsi ini. Sebelumnya, ia menunjukkan permainan impresif di babak awal dan dianggap sebagai salah satu tunggal muda Indonesia dengan prospek cerah.
China Masters 2025 sendiri menjadi ajang penting dalam kalender BWF World Tour karena statusnya sebagai turnamen Super 750. Selain menghadirkan hadiah besar, poin yang diperebutkan juga sangat memengaruhi peringkat dunia. Bagi pemain muda seperti Alwi, pengalaman menghadapi lawan sekelas Li Shi Feng adalah modal berharga untuk menatap turnamen-turnamen berikutnya.
Dengan usia yang masih muda, Alwi diyakini memiliki ruang besar untuk berkembang. Publik bulu tangkis Tanah Air tentu berharap ia bisa segera bangkit, memperbaiki kelemahan strategi, serta tampil lebih matang di ajang internasional selanjutnya.