5 Film Perjuangan dari Asia yang Cocok Ditonton saat Bulan Kemerdekaan

Genvoice.id | 17 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Agustus menjadi bulan penting bagi sejumlah negara di Asia karena bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan. Indonesia memperingati kemerdekaan pada 17 Agustus, sementara beberapa negara lain seperti Singapura, India, Korea Selatan, dan Malaysia juga memiliki hari nasional pada bulan yang sama.

Momentum tersebut membuat film bertema perjuangan, nasionalisme, dan perlawanan terhadap penjajahan kembali menarik untuk disaksikan. Tidak sedikit film dari negara-negara tersebut yang mengangkat peristiwa sejarah melalui kisah fiksi, drama, hingga aksi.

Berikut lima film perjuangan dari lima negara Asia yang dapat menjadi pilihan tontonan selama Agustus.

1. "1965" - Singapura

Singapura merayakan hari kemerdekaannya setiap 9 Agustus. Salah satu film yang mengangkat periode penting dalam sejarah negara tersebut adalah "1965", film thriller sejarah yang dirilis pada 2015.

Film garapan Randy Ang dan Daniel Yam ini mengambil latar tahun 1965, ketika Singapura menghadapi ketegangan antara masyarakat keturunan Tionghoa dan Melayu. Ceritanya mengikuti sejumlah karakter fiktif yang berada di tengah situasi penuh kecurigaan dan kekerasan.

"1965" dirilis di bioskop pada 30 Juli 2015 untuk memperingati 50 tahun kemerdekaan Singapura. Film ini dibintangi Qi Yuwu, Deanna Yusoff, Joanne Peh, dan Lim Kay Tong yang memerankan Lee Kuan Yew, perdana menteri pendiri Singapura.

2. "RRR" - India

India memperingati hari kemerdekaan pada 15 Agustus. Salah satu film yang dapat menggambarkan semangat perlawanan terhadap kekuasaan kolonial adalah "RRR" yang disutradarai S.S. Rajamouli.

Film yang dirilis pada 2022 tersebut menggabungkan drama sejarah, aksi, dan fiksi. Ceritanya berpusat pada dua tokoh utama, seorang revolusioner pemberani yang diperankan N.T. Rama Rao Jr. dan seorang perwira kepolisian yang dimainkan Ram Charan.

Keduanya berasal dari latar belakang berbeda, tetapi kemudian membangun hubungan persahabatan yang kuat. Mereka akhirnya bekerja sama dalam perjuangan melawan kekuasaan Inggris dan menempuh perjalanan panjang menuju kebebasan.

"RRR" menjadi salah satu film India dengan pencapaian komersial besar. Film ini juga mendapat perhatian luas di berbagai negara setelah dirilis secara global.

3. "The Age of Shadows" - Korea Selatan

Korea Selatan juga memperingati hari kemerdekaan pada 15 Agustus. Momentum tersebut dikenal sebagai Gwangbokjeol, yang menandai berakhirnya pendudukan Jepang di Semenanjung Korea pada 1945.

Salah satu film yang mengangkat perjuangan pada masa tersebut adalah "The Age of Shadows" karya Kim Jee-woon. Film ini mengambil latar ketika Korea masih berada di bawah pendudukan Jepang.

Kisahnya mengikuti Lee Jung Chool yang diperankan Song Kang-ho, seorang perwira polisi kelahiran Korea yang bekerja untuk Jepang. Ia mendapat tugas untuk memburu kelompok perlawanan Uiyeoldan atau Korps Pahlawan.

Namun, pandangan Lee Jung Chool mulai berubah ketika ia semakin dekat dengan kelompok perlawanan dan memahami perjuangan mereka untuk membebaskan Korea.

"The Age of Shadows" memadukan unsur sejarah, drama, spionase, dan aksi. Salah satu bagian yang paling menonjol adalah adegan pengejaran di kereta yang menjadi bagian penting dalam cerita.

4. "Merah Putih" - Indonesia

Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan setiap 17 Agustus. Salah satu film nasional yang mengangkat perjuangan mempertahankan kemerdekaan adalah "Merah Putih" yang dirilis pada 2009.

Film garapan Yadi Sugandi ini berlatar pada 1947, ketika Indonesia masih menghadapi konflik bersenjata dengan Belanda setelah Proklamasi Kemerdekaan.

Cerita berpusat pada sekelompok pejuang dengan latar belakang berbeda yang harus bekerja sama dalam menghadapi ancaman. Perbedaan suku, agama, dan karakter tidak menghalangi mereka untuk berjuang mempertahankan tanah air.

Film ini dibintangi sejumlah aktor Indonesia, seperti Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, dan Teuku Rifnu Wikana.

Latar waktunya juga bertepatan dengan periode Agresi Militer Belanda I yang berlangsung pada 1947. "Merah Putih" kemudian menjadi bagian dari trilogi film perjuangan yang dilanjutkan dengan "Darah Garuda" dan "Hati Merdeka".

5. "Mat Kilau" - Malaysia

Malaysia memperingati Hari Kebangsaan pada 31 Agustus. Salah satu film yang mengangkat perjuangan melawan kolonialisme adalah "Mat Kilau: Kebangkitan Pahlawan" yang dirilis pada 2022.

Film aksi sejarah ini mengambil latar Pahang setelah kedatangan pasukan Inggris. Ceritanya berfokus pada Mat Kilau, seorang pejuang Melayu yang berusaha mempertahankan tanah kelahirannya dari kekuasaan kolonial.

Bersama ayahnya, Tok Gajah, Mat Kilau menggalang perlawanan untuk menghadapi pasukan Inggris. Mereka juga berusaha membantu masyarakat yang mengalami penindasan dan memperjuangkan kebebasan penduduk di tanah Malaya.

Dengan balutan adegan aksi dan kisah perjuangan, "Mat Kilau: Kebangkitan Pahlawan" menggambarkan perlawanan masyarakat Melayu terhadap kolonialisme.

Kelima film tersebut menawarkan sudut pandang berbeda mengenai perjuangan dan kemerdekaan di Asia. Mulai dari kisah perlawanan terhadap penjajahan hingga pergulatan politik dan identitas nasional, film-film tersebut dapat menjadi pilihan tontonan untuk mengenal kembali sejarah dari berbagai negara selama bulan kemerdekaan.