Geger Isu Kodak Bangkrut Lagi? Ternyata Fakta Sebenarnya Jauh Dari Apa yang Kita Kira!

Genvoice.id | 17 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar mengejutkan sempat mengguncang dunia bisnis dan fotografi setelah sejumlah media besar seperti CNN dan CNBC melaporkan bahwa Eastman Kodak terancam tutup karena krisis keuangan.

Dilansir dari Antara, dalam laporan mereka, disebutkan bahwa Kodak tidak memiliki pembiayaan yang dijamin atau likuiditas yang cukup untuk melunasi utang yang jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan.

Namun ternyata, fakta sebenarnya jauh berbeda dari yang diberitakan. Kodak segera membantah kabar tersebut dan merilis klarifikasi resmi bahwa perusahaan tidak memiliki rencana untuk menutup operasional maupun mengajukan perlindungan kebangkrutan.

Dalam pernyataannya, Kodak menjelaskan bahwa pihaknya justru sedang menyusun strategi pembayaran utang secara bertahap, termasuk opsi memperpanjang tenggat, melunasi, atau mengganti dengan utang baru yang memiliki suku bunga dan jangka waktu berbeda.

Langkah utama yang akan diambil Kodak adalah menggunakan dana tunai sebesar 300 juta dolar AS yang akan diterima pada Desember 2025 dari penghentian program pensiun, untuk membayar sebagian besar utang jangka panjang senilai 477 juta dolar AS. Sisanya, yaitu sekitar 177 juta dolar AS, akan diselesaikan bersama dengan 100 juta dolar AS dalam bentuk saham preferen.

Perusahaan legendaris yang telah berusia 133 tahun ini memang sudah lama mengalami kesulitan sejak teknologi digital menggeser dominasi film analog. Bahkan pada 2012, Kodak sempat benar-benar mengajukan kebangkrutan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, tren nostalgia di kalangan Gen Z menghadirkan secercah harapan bagi perusahaan ini. Banyak anak muda kini menggandrungi kembali kamera saku dan dumb phone demi merasakan pengalaman era 90-an hingga awal 2000-an.

Kodak menegaskan bahwa pihaknya optimis bisa menghadapi tantangan keuangan ini dan berharap memiliki neraca yang lebih sehat pada awal tahun depan.

"Kami sedang dalam proses penataan ulang keuangan dan sepenuhnya berkomitmen menjalankan operasional seperti biasa," tegas perwakilan Kodak.