Puluhan Warga Tertipu Kontrakan Murah di Kranji! Uangnya Raib, Bangunan Dirobohkan, Pelaku Kabur
JAKARTA, GENVOICE.ID - Puluhan warga tertipu penipuan jual beli kontrakan murah di Kranji, Bekasi Barat, dengan kerugian hingga miliaran rupiah, bangunan dirobohkan dan pelaku kabur.
Kasus penipuan jual beli kontrakan murah di kawasan Kranji, Jakasampurna, Bekasi Barat bikin geger warga. Modusnya? Tawaran harga miring yang bikin ngiler siapa pun yang lagi cari properti.
Tapi di balik harga yang terlalu bagus buat jadi kenyataan, ternyata ada jebakan licik yang nunggu di ujung transaksi! Salah satu korban, Henry Idris (45), ngaku awalnya tertarik dari iklan Facebook.
Di sana ada seorang wanita berinisial Y yang promosiin enam unit kontrakan cuma Rp100 juta! Henry yang tergiur langsung deal buat beli dua unit. Ia kemudian dikenalkan ke wanita berinisial K, yang ngakunya pemilik kontrakan.
Si K ini bilang kontrakannya pakai dokumen girik, tapi tetep aja Henry lanjut karena harganya terlalu menggoda. Bahkan ada seseorang yang diklaim sebagai "notaris" di lokasi transaksi. Tapi belakangan baru ketahuan, notaris itu gadungan!
Cerita tragis juga datang dari korban lain, Sumardi (60). Ia setor uang Rp 100 juta untuk dua unit kontrakan, tapi AJB tak kunjung datang. Saat ngecek ke lokasi, dia syok! Bangunan kontrakan sudah rata sama tanah!
Ternyata dua unit itu malah dibongkar sendiri oleh kakak si pelaku. Katanya sih, daripada korban makin banyak, mending dibongkar sekalian. Usut punya usut, ternyata enam unit kontrakan itu warisan keluarga, milik tiga bersaudara.
Tapi si pelaku, yang kabur sejak 30 Juni 2025, nekat jualin semua unit, termasuk yang bukan miliknya! Dia bahkan memalsukan stempel dan tanda tangan RW buat meyakinkan korban, biar dokumen AJB-nya kelihatan legal.
Ketua RW setempat, Fikri Ferdiansyah, sampai bilang siap ambil langkah hukum karena dokumen palsunya bawa-bawa nama pengurus lingkungan. Para korban akhirnya melapor ke Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi Kota. Kerugian? Gak main-main, ratusan juta rupiah, dan tersebar dari Bekasi sampai Jakarta dan Lampung.
Kasus penipuan kontrakan murah di Bekasi jadi pelajaran penting buat lebih waspada dalam urusan properti. Jangan langsung percaya harga miring, apalagi kalau prosesnya gak transparan dan dokumennya mencurigakan.