Kasus Kekerasan Anak di Jakarta Meningkat! Ini Langkah Serius Pemprov DKI Buat Lindungi Gen Z

Genvoice.id | 17 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Hai Gen, Jakarta lagi-lagi dapat sorotan soal isu sensitif yang nyakitin banyak anak. Selama Januari sampai pertengahan Juli 2025 aja, Dinas PPAPP DKI Jakarta mencatat ada 641 kasus kekerasan terhadap anak. Parahnya, jenis kekerasan yang paling banyak terjadi adalah kekerasan seksual, dengan angka mencapai 398 kasus, disusul kekerasan psikis (178 kasus), dan kekerasan fisik (154 kasus).

Wilayah dengan jumlah kasus tertinggi adalah Jakarta Timur, lalu berturut-turut Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan terakhir Jakarta Pusat. Fakta ini bikin Pemprov DKI makin serius buat melindungi anak-anak dari kekerasan.

Pemprov nggak tinggal diam. Lewat Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), berbagai upaya pencegahan makin digencarkan. Salah satunya dengan menyediakan 44 pos pengaduan di seluruh kecamatan sebagai tempat curhat dan pelaporan kalau ada kekerasan.

Bukan cuma itu, kanal pengaduan ini juga diintegrasikan dengan aplikasi kayak Jakarta Aman, SAPA 129, dan Jakarta Siaga 112 supaya pelaporan lebih gampang dan cepat. Jadi, anak-anak yang jadi korban bisa langsung dapet bantuan, baik secara hukum maupun psikologis.

"Upaya ini tak hanya fokus pada penanganan, tapi juga pada edukasi dan pelibatan aktif masyarakat. Harapannya, kita bisa membentuk lingkungan Jakarta yang lebih aman dan layak bagi anak-anak," jelas Iin Mutmainah, Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, dilansir dari ANTARA.

Langkah perlindungan ini juga diperkuat lewat regulasi seperti Perda No. 8 Tahun 2011 tentang Perlindungan Anak dan Pergub No. 5 Tahun 2020 tentang Pencegahan Perkawinan Usia Anak. Selain itu, kampanye publik seperti 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak juga rutin digelar buat nyadarin warga pentingnya jaga anak-anak dari kekerasan.

Buat korban kekerasan, Dinas PPAPP juga siapkan layanan lengkap mulai dari pendampingan psikologis, penampungan sementara, layanan kesehatan, hingga bantuan hukum. Semua itu bisa diakses lewat kanal pengaduan yang udah disebar dan tim responsif yang siap dampingi korban dari awal sampai tuntas.

Iin bilang, penyebab kekerasan anak sulit dipastikan karena banyak faktor. Mulai dari tekanan ekonomi, konflik keluarga, sampai tindakan tanpa alasan jelas. Tapi yang jelas, makin banyak pihak yang sadar dan berani lapor, makin besar peluang anak-anak bisa diselamatkan.

So, Gen, yuk jadi bagian dari solusi. Kalau kamu atau orang di sekitarmu ngeliat atau ngalamin kekerasan, jangan ragu buat lapor. Jakarta harus jadi tempat yang aman buat semua anak.