Viral Ucapan Pelatih Senegal soal Salat Jumat di Tengah Badai, Begini Faktanya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pelatih Timnas Senegal, Pape Thiaw, menjadi perbincangan di media sosial setelah beredar kutipan pernyataannya terkait pelaksanaan salat Jumat di tengah cuaca ekstrem menjelang Piala Dunia 2026.
Perhatian publik tertuju pada narasi yang menyebut Thiaw dan sejumlah pemain Senegal tetap menghadiri salat Jumat di sebuah Islamic Center di New Jersey meski terdapat peringatan cuaca buruk di wilayah tersebut.
Saat itu, wilayah Tri-State yang mencakup New York, New Jersey, dan Connecticut dilaporkan mengalami angin kencang. Sejumlah laporan media lokal menyebutkan adanya pohon tumbang dan gangguan akibat cuaca ekstrem di beberapa kawasan New Jersey.
Di tengah kondisi tersebut, FIFA disebut meminta seluruh peserta Piala Dunia 2026 untuk tetap berada di hotel demi alasan keamanan. Namun, sejumlah unggahan di media sosial mengklaim bahwa Thiaw bersama beberapa pemain dan staf yang beragama Islam tetap berangkat untuk menunaikan salat Jumat.
Kutipan yang kemudian ramai dibagikan warganet adalah pernyataan yang berbunyi, "Apakah ada hal yang lebih penting daripada salat?"
Dalam narasi yang beredar, Thiaw juga disebut mengatakan bahwa manusia mungkin takut kepada angin, tetapi mereka lebih takut kepada Tuhan yang menciptakan angin. Bahkan, ia diklaim menegaskan bahwa timnya tetap akan menjalankan salat Jumat meski harus menghadapi risiko dalam pertandingan penting sekalipun.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan dari media internasional maupun media lokal yang memuat pernyataan tersebut secara langsung. Kutipan itu lebih banyak beredar melalui berbagai akun media sosial dan platform digital sehingga sumber asli pernyataannya belum dapat dipastikan.
Yang dapat dikonfirmasi adalah wilayah New Jersey memang sempat mengalami cuaca buruk dan angin kencang pada periode menjelang dimulainya Piala Dunia 2026. Otoritas setempat juga mengeluarkan sejumlah peringatan terkait potensi bahaya akibat cuaca tersebut.
Terlepas dari polemik mengenai keaslian kutipan yang viral, kisah ini menjadi salah satu topik yang menarik perhatian publik menjelang kiprah Senegal di Piala Dunia 2026. Tim berjulukan Singa Teranga itu sendiri tengah bersiap menghadapi tantangan berat di fase grup turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.