Jadwal Puasa Dzulhijjah Lengkap dengan Niat dan Keutamaannya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam yang dipenuhi banyak amalan berpahala. Selain ibadah haji dan kurban, umat Muslim juga dianjurkan menjalankan puasa sunnah yang dipercaya memiliki keutamaan besar.
Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal saleh. Mulai dari sedekah, zikir, doa, hingga puasa sunnah yang dilakukan pada awal bulan Dzulhijjah sebelum Hari Raya Idul Adha.
Puasa sunnah di bulan Dzulhijjah terdiri dari beberapa jenis yang memiliki keutamaan berbeda-beda. Di antaranya adalah puasa awal Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah yang kerap dijalankan umat Muslim setiap tahunnya.
Berikut jadwal dan jenis puasa sunnah Dzulhijjah yang dianjurkan untuk dilakukan:
- Puasa Awal Dzulhijjah
Puasa awal Dzulhijjah dilakukan sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Ibadah ini termasuk salah satu amalan sunnah yang dianjurkan karena dikerjakan pada hari-hari terbaik dalam Islam.
Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW menyebut tidak ada hari yang amal salehnya lebih dicintai Allah selain 10 hari pertama Dzulhijjah. Karena itu, banyak umat Muslim memanfaatkan momen tersebut untuk memperbanyak ibadah.
"Tidak ada hari yang amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini."
Puasa awal Dzulhijjah juga dipercaya memiliki keutamaan besar bagi umat Islam yang menjalankannya dengan ikhlas. Beberapa hadis menyebut puasa tersebut dapat menjadi salah satu amalan penghapus dosa.
Niat saat puasa di awal bulan Dzulhijjah (puasa Asyura) :
Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala."
- Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Puasa ini berkaitan dengan rangkaian ibadah haji yang dilakukan jemaah di Tanah Suci sebelum memasuki puncak ibadah di Arafah.
Puasa Tarwiyah dikenal sebagai salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan menjelang Idul Adha. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa puasa ini memiliki keutamaan berupa penghapusan dosa selama satu tahun.
Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah:
"Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala."
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."
- Puasa Arafah
Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Puasa ini menjadi salah satu amalan sunnah paling populer karena memiliki pahala yang sangat besar.
Dalam hadis disebutkan bahwa puasa Arafah dapat menggugurkan dosa selama dua tahun, yaitu setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Karena itu, puasa Arafah sering menjadi ibadah yang paling dinantikan umat Muslim di bulan Dzulhijjah.
"Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta'ala."
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."
Selain puasa sunnah, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak amalan lain selama bulan Dzulhijjah. Beberapa ibadah yang bisa dilakukan antara lain memperbanyak doa, zikir, takbir, membaca shalawat, hingga salat sunnah.
Bagi umat Islam yang mampu, ibadah haji dan kurban juga menjadi amalan utama di bulan Dzulhijjah. Menyembelih hewan kurban dan membagikannya kepada sesama dianggap sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus ibadah yang berpahala besar.
Bulan Dzulhijjah sering dianggap sebagai salah satu momen terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu, banyak umat Muslim berusaha memanfaatkan bulan penuh berkah ini dengan memperbanyak amal kebaikan.