Universitas Pamulang Tanggapi Dugaan Pelecehan di KRL yang Libatkan Salah Satu Dosennya

Genvoice.id | 17 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Universitas Pamulang memberikan tanggapan terkait beredarnya informasi di media sosial yang menyebut seorang dosen berinisial FHS diduga melakukan pelecehan seksual di dalam rangkaian kereta rel listrik milik KAI Commuter.

Kabar tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan warganet setelah unggahan di media sosial menyebut adanya dugaan pelecehan yang terjadi di dalam KRL dengan rute Commuter Line Jakarta Kota-Nambo pada Sabtu malam, 14 Maret 2026.

Kepala Bidang Humas dan Protokoler Universitas Pamulang, Muhyiddin Fanda, membenarkan bahwa pria berinisial FHS yang disebut dalam unggahan tersebut merupakan dosen di kampus tersebut.

"Iya benar, dosen Unpam," kata Fanda saat dikonfirmasi pada Senin, 16 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa pihak universitas telah melakukan pembahasan internal untuk menelusuri informasi yang beredar luas di media sosial. Berdasarkan klarifikasi awal yang diterima oleh pihak kampus, sejauh ini belum ditemukan bukti yang mendukung dugaan pelecehan seperti yang ramai dibicarakan.

"Berdasarkan klarifikasi awal yang kami terima, tidak ditemukan bukti yang mendukung dugaan yang beredar di media sosial," ujarnya.

Meski demikian, Universitas Pamulang menyatakan masih terus melakukan proses klarifikasi lebih lanjut untuk memastikan duduk perkara secara menyeluruh. Pihak kampus juga meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum proses penelusuran selesai.

Fanda menegaskan bahwa pihak universitas menghormati seluruh pihak yang terlibat dan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

"Kami menghormati semua pihak untuk menyelesaikannya secara baik. Kami juga berharap semua pihak dapat menunggu hasil klarifikasi secara utuh agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi," tambahnya.

Sebelumnya, dugaan pelecehan ini menjadi viral di media sosial setelah sebuah unggahan menyebut seorang perempuan menjadi korban tindakan tidak pantas di dalam gerbong KRL. Dalam narasi yang beredar, korban mengaku diraba oleh pria yang disebut sebagai dosen dari salah satu kampus di Tangerang Selatan.

Menurut unggahan tersebut, peristiwa terjadi sekitar pukul 21.01 WIB saat kereta tengah beroperasi di jalur Commuter Line. Setelah korban berteriak, pria yang diduga sebagai pelaku kemudian diamankan oleh petugas keamanan.

Menanggapi kejadian itu, Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyatakan perusahaan akan mengambil langkah tegas sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan penumpang.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan memasukkan wajah terduga pelaku ke dalam sistem analitik kamera pengawas atau CCTV. Sistem tersebut memungkinkan identifikasi wajah terhadap individu yang terlibat tindakan kriminal di area stasiun maupun di dalam kereta.

Selain itu, perusahaan juga berencana memasukkan nama terduga pelaku ke dalam daftar hitam atau blacklist. Dengan kebijakan tersebut, individu yang bersangkutan tidak lagi diperbolehkan menggunakan layanan Commuter Line.

Langkah tersebut, menurut KAI Commuter, merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan lingkungan transportasi publik yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa kereta komuter.