8 Negara yang Membayar Orang untuk Tinggal di Sana Tahun 2026, Ada Swiss hingga Jepang!
JAKARTA, GENVOICE.ID -Memutuskan untuk pindah ke luar negeri kini bukan lagi sekadar mimpi, apalagi jika ada negara yang membayar orang untuk tinggal di sana pada tahun 2026.
Banyak negara maju hingga berkembang kini menawarkan berbagai insentif menarik, mulai dari hibah tunai puluhan ribu Euro, subsidi rumah, hingga modal usaha bagi para pendatang baru.
Kebijakan ini diambil untuk mengatasi masalah penurunan populasi dan menghidupkan kembali ekonomi di wilayah-wilayah terpencil.
Jika Anda adalah seorang pekerja jarak jauh (remote worker) atau petualang yang mencari suasana baru, simak daftar negara dengan program relokasi berbayar paling menggiurkan tahun ini yang mungkin bisa mengubah hidup Anda.
1. Italia
Italia tetap konsisten dengan program revitalisasi desa-desa kecil di wilayah selatan seperti Calabria, Sardinia, dan Puglia. Wilayah-wilayah ini menawarkan insentif hingga 30.000 Euro (sekitar Rp500 juta) bagi pendatang yang mau memulai bisnis dan menetap di sana.
Selain itu, program "Rumah 1 Euro" masih tersedia dengan syarat pembeli wajib melakukan renovasi dalam jangka waktu tertentu.
2. Swiss
Terletak di dekat Pegunungan Alpen, Desa Albinen menawarkan subsidi fantastis untuk keluarga yang bersedia menetap minimal selama 10 tahun. Orang dewasa bisa mendapatkan 25.000 Swiss Franc (Rp537,3 juta), sementara untuk anak-anak diberikan 10.000 Swiss Franc (Rp214 juta).
Syaratnya, Anda harus membeli atau membangun rumah di desa tersebut sebagai tempat tinggal permanen.
3. Jepang
Menghadapi krisis demografi, pemerintah Jepang memberikan subsidi bagi keluarga yang bersedia pindah dari wilayah perkotaan padat ke area pedesaan.
Insentif yang ditawarkan mencapai 1 juta Yen (sekitar Rp106 juta) per anak. Dana ini bertujuan untuk menyeimbangkan populasi sekaligus menghidupkan kembali ekonomi di wilayah terpencil.
4. Spanyol
Spanyol melakukan eksperimen sosial di desa-desa kecil yang mulai ditinggalkan penduduknya. Pemerintah lokal menawarkan bantuan biaya hidup, penyediaan tempat tinggal, hingga fasilitas pekerjaan. Fokus utamanya adalah membawa energi baru bagi ekonomi pedesaan yang menurun drastis.
5. Yunani
Bagi Anda yang mendambakan hidup di pulau, Yunani menawarkan insentif khusus untuk tinggal di Pulau Antikythera. Pemerintah setempat menyediakan tempat tinggal, lahan, dan tunjangan bulanan bagi keluarga yang bersedia menjadi penduduk permanen guna menjaga keberlangsungan populasi pulau tersebut.
6. Irlandia
Irlandia meluncurkan program untuk menghidupkan kembali komunitas di pulau-pulau kecil wilayah pesisir. Meski lebih diprioritaskan bagi warga lokal dan Eropa, pendatang diberikan dukungan finansial untuk merenovasi properti tua dan berkontribusi pada pembangunan wilayah pesisir yang terisolasi.
7. Kroasia
Menargetkan kaum muda, Kroasia menawarkan berbagai kemudahan untuk tinggal di daerah terpencil. Programnya mencakup subsidi pembelian rumah hingga dukungan finansial bagi individu yang bersedia membeli dan memperbaiki rumah-rumah di kawasan yang kurang penduduk.
8. Cili
Berbeda dengan negara lain, Cili berfokus pada talenta wirausaha melalui program pendanaan bisnis. Para pengusaha dari seluruh dunia bisa mendapatkan modal usaha untuk membangun perusahaan mereka selama tinggal di sana.
Ini adalah kesempatan emas bagi mereka yang ingin memperluas jaringan bisnis di Amerika Selatan.
Tawaran insentif finansial dan properti murah dari negara-negara di atas tentu menjadi peluang emas bagi siapa saja yang ingin memulai hidup baru di luar negeri dengan bantuan modal awal.
Namun, perlu diingat bahwa setiap negara memiliki syarat administrasi dan komitmen tinggal yang berbeda-beda, seperti kewajiban merenovasi properti atau menetap dalam jangka waktu tertentu.
Pastikan Anda melakukan riset mendalam mengenai budaya dan kebijakan setempat sebelum memutuskan untuk berkemas. Jadi, dari delapan negara yang membayar pendatang tersebut, wilayah mana yang paling menarik perhatian Anda untuk dijadikan rumah baru di tahun 2026?