Utang Puasa Belum Lunas Tapi Sudah Ramadan Lagi, Simak Penjelasan Hukum Sah Atau Tidaknya Menurut Ustaz Fatih Karim!

Genvoice.id | 17 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Menjelang datangnya bulan suci, sering banget muncul kegalauan di tengah masyarakat soal urusan utang puasa yang belum sempat terbayar dari tahun sebelumnya. Banyak yang merasa was-was dan bertanya-tanya, apakah ibadah puasa di tahun ini bakal tetap diterima kalau kewajiban yang lama masih menumpuk? Pertanyaan ini bener-bener relevan buat kita semua, apalagi buat mereka yang mungkin punya kesibukan luar biasa atau baru saja memulai perjalanan hijrahnya.

Memahami aturan main dalam beribadah itu penting banget supaya kita nggak cuma sekadar ikut-ikutan, tapi juga punya landasan yang kuat. Kadang, rasa takut kalau ibadah nggak sah malah bikin kita jadi nggak semangat, padahal Islam itu agama yang memudahkan pemeluknya. Jawaban dari para ahli agama pastinya bisa bikin hati lebih tenang dan pikiran jadi lebih jernih saat menjalani rutinitas di bulan penuh berkah ini.

Buat kalian yang mungkin masih punya tunggakan hari puasa karena halangan tertentu, nggak perlu panik berlebihan sampai merasa nggak punya harapan, nih Gen. Ada mekanisme dan penjelasan fikih yang sangat logis buat menjawab keresahan ini supaya ibadah kalian di tahun 2026 ini tetap berjalan maksimal tanpa beban pikiran yang mengganjal.

Ustaz Fatih Karim, sosok di balik Cinta Quran Foundation, memberikan jawaban yang sangat melegakan buat masalah ini. Beliau menegaskan bahwa puasa seseorang di tahun ini tetap dianggap sah meskipun dia masih punya utang puasa yang belum dilunasi dari tahun-tahun sebelumnya.

Alasan Medis dan Fikih Kenapa Puasa Tetap Sah

Secara aturan fikih, syarat sahnya puasa itu sudah sangat spesifik dan nggak ada hubungannya sama sekali dengan tunggakan di masa lalu. Selama kalian adalah seorang Muslim atau Muslimah, sudah baligh, berakal sehat, dan fisik kalian mampu menjalankannya, maka puasa kalian sah. Selain itu, kalian juga harus menjalankan rukunnya dengan benar, seperti niat, sahur, dan berbuka tepat waktu. Ustaz Fatih menyebutkan:

"Sah kenapa? karena utang-utang sebelumnya ada mekanisme menyelesaikan yang lama, tapi tidak menggagalkan dan tidak mengugurkan puasa yang tahun ini. Jadi gak bisa dibilang bahwa oh kamu gak sah puasa yang bulan ini kenapa? karena yang lalu masih ada utang, karena yang lalu belum bayar. Para ulama khilaf soal ini, tapi pendapat yang saya yakini adalah puasa di tahun ini tetap sah, tetap berlaku, meskipun dia masih punya hutang-hutang puasa yang belum dilunasi di tahun-tahun sebelumnya,".

Kabar baik ini juga berlaku buat kalian yang baru banget hijrah atau baru belajar Islam. Bayangkan kalau orang yang baru hijrah nggak boleh puasa tahun ini cuma gara-gara tahun lalu dia belum puasa, pasti kasihan banget kan? Jadi, puasa tahun ini tetap diterima, sementara utang yang lama bisa diselesaikan dengan cara mengganti (qadha) atau bayar fidyah di waktu lain.

Jangan Sampai Terbalik Antara yang Wajib dan Sunah

Meskipun puasanya tetap sah, ada catatan penting yang harus kalian ingat, nih Gen. Ustaz Fatih mengingatkan supaya kita nggak punya hobi "ngutang" puasa. Beliau memberikan kritik keras buat orang yang rajin banget puasa sunah kayak Senin-Kamis atau puasa Daud, tapi malah abai sama utang puasa Ramadan yang hukumnya wajib. Padahal secara prioritas, hal yang wajib harus selalu didahulukan daripada yang sunah.

Puasa itu tujuannya bukan cuma soal status sah di atas kertas, tapi buat melatih kesabaran, keikhlasan, dan membentuk karakter takwa dalam diri kita. Dengan merasakan lapar dan haus, hati kita diharapkan jadi lebih lembut dan peduli sama sesama yang kekurangan. Jadi, kesimpulannya adalah silakan lanjut berpuasa tahun ini dengan penuh semangat, tapi jangan lupa buat cicil utang puasa kalian setelah bulan Ramadan nanti berakhir.