Durasi Puasa Ramadan 2026 di Berbagai Negara, Intip Daftar Wilayah dengan Waktu Tersingkat Hingga Terlama yang Bikin Geleng Kepala!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Menjelang dimulainya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, ada satu topik seru yang selalu menarik buat dibahas, yaitu soal perbedaan waktu puasa di berbagai belahan dunia. Seperti yang kita tahu, Muhammadiyah sudah menetapkan kalau 1 Ramadan jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026 besok. Namun, tahukah kalian kalau durasi menahan lapar dan haus yang kita jalani di Indonesia bisa jauh berbeda dengan teman-teman Muslim di negara lain?
Fenomena ini terjadi karena letak geografis suatu wilayah sangat menentukan seberapa lama matahari menyinari bumi di sana. Secara aturan, puasa dimulai dari fajar hingga matahari terbenam, tapi durasi siang dan malam ini bisa jadi sangat ekstrem kalau suatu negara posisinya makin dekat dengan kutub. Bayangkan saja, ada orang yang cuma puasa sebentar banget, tapi ada juga yang harus berjuang menahan haus hampir seharian penuh tanpa henti.
Buat kita yang tinggal di wilayah tropis, mungkin durasi puasa terasa sangat membosankan karena hampir selalu sama setiap tahun, tapi di belahan bumi lain, waktu puasa adalah tantangan fisik dan mental yang bener-bener nyata, nih Gen. Apalagi menurut laporan dari Khaleej Times, Ramadan 2026 ini diperkirakan bakal mulai sekitar 19 Februari 2026 tergantung hasil pantauan bulan, yang artinya waktu puasa global tahun ini diprediksi sedikit lebih singkat dibanding tahun lalu.
Daftar Negara dengan Waktu Puasa Paling Ekstrem
Buat kalian yang merasa puasa 13 jam saja sudah berat, kalian wajib tahu nasib umat Muslim di wilayah utara dunia. Negara-negara yang lokasinya dekat dengan Kutub Utara bakal menjalani puasa dengan durasi yang sangat panjang, bahkan bisa lebih dari 16 jam sehari. Wilayah seperti Islandia, Norwegia, dan Finlandia adalah beberapa di antaranya yang harus menghadapi tantangan waktu ini.
Kondisi yang lebih gila lagi terjadi di Swedia bagian utara, Greenland, hingga Kanada Utara. Di tempat-tempat tersebut, waktu puasa bahkan bisa menyentuh angka hampir 20 jam karena siang hari di sana berlangsung sangat lama. Karena durasinya yang nggak masuk akal ini, beberapa ulama memberikan kelonggaran bagi mereka untuk mengikuti jadwal kota terdekat yang waktunya lebih normal atau mengikuti waktu di Makkah supaya ibadah tetap bisa dilakukan dengan aman.
Berikut adalah perbandingan durasi puasa di beberapa wilayah menurut data terbaru:
| Wilayah Puasa Terlama | Durasi (Jam) |
| Greenland | >16 jam (bisa mendekati 20 jam) |
| Swedia (Utara) | >16 jam (bisa sekitar 20 jam) |
| Kanada Utara | Mendekati 20 jam |
| Islandia, Norwegia, Finlandia | >16 jam |
Wilayah dengan Puasa Paling Singkat dan Stabil
Kebalikan dari wilayah utara, negara-negara yang berada di belahan bumi selatan justru mendapatkan durasi puasa yang jauh lebih pendek, yaitu cuma sekitar 11 sampai 13 jam saja. Kalian yang tinggal di negara seperti Brasil, Argentina, Chile, Uruguay, hingga Afrika Selatan dan Selandia Baru bisa dibilang lebih "beruntung" soal durasi waktu ini.
Lalu bagaimana dengan kita di Indonesia dan Malaysia? Karena posisi kita yang tepat berada di garis khatulistiwa, durasi siang dan malam di sini relatif seimbang. Setiap tahunnya, kita menjalani puasa yang cukup stabil dengan durasi sekitar 12 sampai 14 jam saja. Jadi, kalau dibandingin sama mereka yang harus puasa 20 jam, sebenarnya perjuangan kita masih terasa lebih ringan, kan?