Marc Guehi Resmi Ke Manchester City, Bek Andalan Timnas Inggris Ini Siap Tambal lni Belakang The Citizens!

Genvoice.id | 17 Jan 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar mengejutkan datang dari kancah Premier League yang langsung bikin bursa transfer musim dingin 2026 mendidih, Gen. Raksasa Inggris, Manchester City, dikabarkan telah berhasil mengamankan tanda tangan salah satu bek paling potensial di tanah Britania, Marc Guehi. Perpindahan ini bener-bener jadi perbincangan hangat karena skuad asuhan Pep Guardiola memang sedang butuh banget tenaga baru di lini pertahanan yang belakangan ini lagi rapuh akibat badai cedera yang menghantam pemain-pemain utama mereka.

Keputusan City buat bergerak cepat di bulan Januari ini menunjukkan kalau mereka nggak mau kehilangan momentum untuk terus bersaing di jalur juara. Sosok Guehi yang sudah sangat matang meski usianya masih tergolong muda dianggap sebagai kepingan puzzle yang hilang buat bikin pertahanan The Citizens kembali solid seperti sedia kala. Menariknya, drama transfer ini melibatkan nama besar Crystal Palace yang selama ini dikenal sangat memproteksi kapten timnya tersebut. Namun, dengan situasi kontrak sang pemain yang mulai memasuki masa kritis, kesepakatan akhirnya berhasil dicapai dan membuat publik Etihad Stadium bernapas lega. Pengumuman ini juga sekaligus mematahkan spekulasi panjang mengenai ke mana Guehi akan berlabuh setelah sebelumnya sempat dikaitkan dengan banyak klub top lainnya, Gen.

Kepastian bergabungnya Marc Guehi ke Manchester City ini sudah dikonfirmasi oleh pakar transfer kenamaan dunia. Lewat informasi yang dibagikan pada Jumat, 16 Januari 2026, terungkap bahwa manajemen City tidak main-main dalam menebus bek berusia 25 tahun tersebut.

"Tawaran telah diterima oleh Crystal Palace, dengan nilai transfer sekitar 20 juta pound (Rp452 miliar). Guehi setuju pindah ke Manchester City," kata pakar transfer Fabrizio Romano melalui akun X-nya. Nominal ini tergolong sangat menarik karena Guehi punya reputasi sebagai salah satu bek tengah terbaik di Liga Inggris saat ini.

Guehi datang ke Manchester dengan profil yang sangat mentereng. Selama di Crystal Palace, dia bukan cuma sekadar pemain inti, tapi juga pemegang ban kapten yang punya pengaruh besar di ruang ganti. Fans City mungkin masih ingat betul bagaimana Guehi menjadi sosok yang menjengkelkan saat membawa Palace mengalahkan Manchester City di final Piala FA musim lalu. Nggak berhenti di situ, dia juga jadi kunci kemenangan Palace saat membungkam City di ajang Community Shield pada awal musim ini. Dengan pengalaman menumbangkan klub barunya sendiri, Guehi diharapkan punya mentalitas juara yang bisa langsung ditularkan ke rekan-rekan barunya.

Persaingan Panas di Bursa Transfer dan Masalah Kontrak

Langkah Manchester City ini sebenarnya bisa dibilang sangat cerdik. Marc Guehi sebelumnya sempat menjadi incaran utama Liverpool pada bursa transfer musim panas tahun lalu. Saat itu, kepindahannya ke Anfield nyaris saja terjadi namun mendadak batal di detik-detik terakhir karena satu dan lain hal. Kegagalan Liverpool tersebut akhirnya dimanfaatkan dengan sangat baik oleh manajemen City untuk langsung menyalip di tikungan pada bursa transfer musim dingin kali ini.

Selain karena kualitas teknisnya yang oke banget, faktor kontrak juga jadi alasan kenapa Crystal Palace akhirnya rela melepas sang kapten dengan harga 20 juta pound. Kontrak Guehi di Selhurst Park sendiri bakal berakhir pada musim panas mendatang. Kalau Palace nggak menjualnya sekarang, mereka terancam kehilangan aset berharganya itu secara cuma-cuma alias gratisan di akhir musim nanti.

Bersama timnas Inggris, Guehi juga sudah mencatatkan 26 penampilan yang membuktikan kalau dia memang pemain level internasional. Kini, dengan seragam biru langit, tantangan Guehi bakal jauh lebih besar. Dia dituntut untuk bisa langsung beradaptasi dengan gaya main Pep Guardiola yang sangat detail dan menuntut penguasaan bola yang sempurna dari seorang bek tengah.

Menurut Gen, apakah dengan masuknya Marc Guehi ini Manchester City bakal otomatis jadi tim yang punya pertahanan paling kokoh dan sulit dijebol di paruh kedua musim nanti?