Menko Airlangga Sarankan Pekerja WFA pada 29-31 Desember

Genvoice.id | 16 Dec 2025

JAKARTA, Genvoice.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyarankan penerapan work from anywhere (WFA) bagi pekerja pada periode 29-31 Desember. Kebijakan ini diusulkan sebagai langkah antisipasi untuk mengurai kepadatan aktivitas masyarakat menjelang libur akhir tahun sekaligus menjaga kelancaran mobilitas dan stabilitas ekonomi.

Airlangga menyampaikan bahwa akhir Desember merupakan periode dengan tingkat pergerakan masyarakat yang sangat tinggi, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Aktivitas perjalanan diperkirakan meningkat signifikan, baik di dalam kota maupun antarwilayah. Oleh karena itu, fleksibilitas kerja dinilai menjadi salah satu solusi efektif untuk mengurangi tekanan pada infrastruktur transportasi dan layanan publik.

"Pemerintah mendorong fleksibilitas kerja pada 29-31 Desember melalui skema WFA agar mobilitas dapat lebih terkendali, terutama di kota-kota besar," ujar Airlangga dalam keterangannya kepada media.

Menurut Airlangga, kebijakan WFA bersifat imbauan, bukan kewajiban. Penerapannya diserahkan kepada masing-masing instansi pemerintah dan pelaku usaha dengan mempertimbangkan karakter pekerjaan serta kebutuhan operasional. Sektor yang memungkinkan pekerjaan jarak jauh diharapkan dapat memanfaatkan kebijakan ini secara optimal.

Pemerintah menilai skema WFA telah terbukti efektif sejak pandemi COVID-19 dalam menjaga produktivitas sekaligus menekan mobilitas harian pekerja. Dengan pengalaman tersebut, Airlangga menilai dunia usaha dan instansi pemerintah sudah memiliki kesiapan infrastruktur dan sistem kerja untuk menerapkan fleksibilitas kerja dalam waktu singkat.

Selain mengurangi kemacetan, kebijakan ini juga diharapkan dapat mendukung kelancaran arus wisata dan distribusi logistik selama periode libur panjang. Airlangga menekankan bahwa stabilitas ekonomi tetap menjadi prioritas, dan kebijakan WFA tidak boleh mengganggu pelayanan publik maupun aktivitas sektor strategis.

"Kami berharap kebijakan ini bisa membantu menjaga keseimbangan antara kelancaran aktivitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan akhir tahun," ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa sektor-sektor vital seperti layanan kesehatan, transportasi, keamanan, dan utilitas publik tetap beroperasi normal. Untuk sektor-sektor tersebut, pengaturan kerja akan dilakukan