Kunjungan Bencana Banjir Aceh Tuai Hujatan, Menteri Zulhas Kedapatan Santai Makan Sate Sambil Merokok Cerutu
JAKARTA, GENVOICE.ID - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), kembali menuai kontroversi setelah kunjungannya ke Aceh untuk meninjau korban banjir bandang.
Bukannya mendapat simpati, kehadiran Zulkifli Hasan justru jadi sasaran amarah warganet.
Sebuah video singkat beredar luas di media sosial, memperlihatkan Zulkifli Hasan tengah bersantap santai di sebuah rumah makan Sate Tubaka di Aceh.
Momen makan ini beririsan dengan waktu kunjungannya ke lokasi bencana, dan kontrasnya suasana langsung memicu perdebatan.
Gaya Sultan di Tengah Bencana
Dalam video yang diunggah akun @aceh.indonews (dan awalnya dari akun rumah makan), Zulhas terlihat menikmati sate dan lauk khas Aceh bersama beberapa orang lainnya.
Yang paling disorot Gen adalah gestur Zulhas yang terlihat sangat rileks, ia duduk tenang, menyuap makanan, dan sesekali menghisap cerutu tebal di tangan kirinya.
Suasana yang terekam sama sekali tidak menunjukkan suasana kerja lapangan atau ekspresi tergesa.
Netizen Membandingkan dengan Korban Lapangan
Kolom komentar segera dipenuhi kritik pedas. Netizen membandingkan betapa nyamannya Zulhas makan enak, sementara di saat yang sama:
- Korban bencana di lapangan kesulitan mendapatkan makanan.
- Akses logistik belum merata.
- Warga masih berjibaku membersihkan lumpur.
Komentar-komentar tajam bermunculan, menyoroti ketidakpekaan dan etika komunikasi publik.
Warganet mempertanyakan empati pejabat di saat rakyat yang mereka wakili sedang berjuang memenuhi kebutuhan dasar.
"Pejabat makan enak,rakyat yg tertimpa musibah meninggal karena kelaparan mencari beras dengan berjalan kaki. Miris negara ini punya pejabat tidak punya hati nurani dan empati yang tinggi. Indonesia Darurat PRI KEMANUSIAAN oleh Pejabat nya," kritik salah satu akun.
Beberapa akun bahkan menyindir gaya smoking cerutu tebal tersebut sebagai simbol ketidakpekaan di tengah penderitaan korban bencana.
Bagi warganet, persoalannya bukan hanya makan, tapi waktu, tempat, dan cara pejabat bersikap di tengah situasi darurat.
Gen, etika pejabat saat di lokasi bencana selalu jadi sorotan. Menurutmu, pantaskah seorang menteri bersantap sate sambil nyeruput cerutu saat mengunjungi daerah yang baru saja dilanda bencana? Spill pandanganmu di kolom komentar ya!