Teh Herbal untuk Polusi: Wajib Tahu 4 Rekomendasi yang Ampuh Lawan Radikal Bebas

Genvoice.id | 16 Nov 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, cuaca makin nggak karuan dan polusi udara belakangan ini bikin tubuh lebih gampang capek, tenggorokan perih, sampai napas terasa berat. Di tengah kondisi kayak gini, banyak orang mulai mencari cara simpel buat bantu tubuh tetap kuat, salah satunya lewat minuman hangat yang menenangkan dan menyehatkan. Di antara banyak pilihan, teh herbal jadi salah satu yang paling direkomendasikan karena efeknya yang ringan, segar, dan bisa diminum harian. Selain bikin rileks, teh herbal punya kandungan yang bisa bantu tubuh menghadapi stres akibat paparan polusi.

Menurut laporan Hindustan Times, ahli gizi senior dari Rumah Sakit Superspesialti Dharamshila Narayana di Delhi, Payal Sharma, menjelaskan bahwa teh herbal juga bisa jadi alternatif yang lebih sehat dibanding teh chai berbahan dasar susu. "Teh herbal merupakan pengganti yang bermanfaat untuk teh chai tradisional berbahan dasar susu. Kaya akan antioksidan dan senyawa tumbuhan, teh herbal ini dapat membantu mengurangi peradangan dan mendukung detoksifikasi, yang keduanya penting ketika tubuh terpapar udara yang tercemar," jelasnya.

Teh herbal sendiri dikenal karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Antioksidan ini penting buat menetralkan radikal bebas yang terbentuk saat tubuh sering terpapar polusi. Efeknya, tubuh jadi lebih terlindungi dari stres oksidatif, daya tahan tubuh meningkat, dan energi lebih stabil sepanjang hari. Teh jenis ini juga bebas kafein, jadi aman diminum kapan saja tanpa takut bikin deg-degan.

Dari sekian banyak pilihan, ada empat teh herbal yang menurut Payal paling efektif buat bantu tubuh menghadapi musim polusi. Salah satunya adalah teh tulsi, yang terkenal karena kadar antioksidannya yang tinggi. Teh tulsi membantu menjaga fungsi paru-paru dan memperkuat respons imun, cocok diminum saat kabut asap lagi parah.

Pilihan kedua adalah teh jahe. Kandungan gingerol di dalamnya punya sifat anti-inflamasi dan antimikroba. Rutin mengonsumsi teh jahe bisa membantu meredakan tenggorokan gatal, mengurangi lendir, dan memberi kenyamanan saat napas terasa berat.

Lanjut ke yang ketiga, ada teh peppermint. Efek dingin dan sifat dekongestannya bikin teh ini cocok diminum saat hidung tersumbat atau dada terasa penuh. Selain itu, teh peppermint juga bantu memperlancar pencernaan, yang sering terganggu saat tubuh sedang stres karena udara buruk.

Terakhir, teh hijau jadi rekomendasi keempat. Penuh dengan polifenol yang membantu menekan stres oksidatif dan mendukung fungsi hati, teh hijau terkenal sebagai minuman yang membantu proses detoksifikasi tubuh dari polutan.

Meski begitu, penting diingat kalau tidak ada minuman yang bisa memberikan perlindungan total. Teh herbal hanyalah bagian kecil dari rutinitas hidup sehat yang perlu Gen jalani selama musim polusi. Tapi sebagai langkah sederhana setiap hari, teh herbal bisa jadi teman yang menenangkan sekaligus menyehatkan buat menghadapi udara yang makin nggak bersahabat.