Gareth Southgate Nyaman Tanpa Sepak Bola, Tak Tertarik Latih Klub Lagi

Genvoice.id | 16 Oct 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Mantan pelatih Timnas Inggris Gareth Southgate mengaku tidak tertarik kembali menangani klub sepak bola. Setelah meninggalkan jabatan pelatih The Three Lions pada 2024, ia menikmati kehidupan di luar lapangan dan merasa tidak lagi memiliki dorongan kuat untuk kembali melatih.

Southgate menangani Timnas Inggris selama delapan tahun, sejak 2016 hingga 2024. Dalam periode tersebut, ia membawa Inggris mencapai dua final Piala Eropa secara beruntun, yakni pada 2020 dan 2024. Namun, Inggris harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Italia dan Spanyol.

Ia juga mengantarkan Inggris ke semifinal Piala Dunia 2018. Pencapaian tersebut menjadi salah satu hasil terbaik Inggris di turnamen itu sejak 1990.

Meski memiliki rekam jejak cukup baik bersama tim nasional, Southgate belum kembali melatih sejak mengundurkan diri lebih dari dua tahun lalu. Ia bahkan mengaku semakin jarang menyaksikan pertandingan sepak bola, sebuah perubahan yang menunjukkan bahwa minatnya terhadap dunia kepelatihan telah berkurang.

"Saya harus mengatakan, saya tidak melihat skenario bahwa saya akan melakukan hal itu," ujar Southgate dalam siniar The Amol Rajan Connection, seperti dikutip The Athletic.

Ia juga mengungkapkan bahwa menjelang akhir masa jabatannya bersama Inggris, dirinya sempat kehilangan kenikmatan dalam menjalani pekerjaan tersebut. Pada periode itu, kemenangan menjadi satu-satunya hal yang membuatnya bertahan.

"Pada akhirnya, saya bahkan tak lagi bisa menikmati kemenangan lebih dari beberapa menit saja. Jadi, saya hampir tidak pernah menonton sepak bola lagi," katanya.

Southgate mengungkapkan bahwa dirinya sempat menyaksikan final Liga Champions setahun setelah meninggalkan Timnas Inggris. Ia juga hadir di final Piala FA 2025 untuk mendukung Crystal Palace, klub yang didukungnya, ketika meraih trofi pertama mereka di kompetisi tersebut.

Namun, setelah pertandingan itu, ia mengaku belum kembali menginjakkan kaki di stadion. Pengalaman tersebut semakin memperkuat pandangannya bahwa keinginannya untuk terlibat dalam sepak bola telah berubah.

Menikmati Kehidupan di Luar Sepak Bola

Southgate mengatakan dirinya menikmati 18 bulan terakhir karena dapat menjalani berbagai pengalaman di luar rutinitas sebagai pelatih. Selama puluhan tahun, kehidupannya sangat dipengaruhi hasil pertandingan, terutama kemenangan dan kekalahan setiap akhir pekan.

"Saya sangat menikmati 18 bulan terakhir dalam hidup saya. Selama 37 tahun, jati diri saya sangat bergantung pada apakah saya menang atau kalah di hari Sabtu. Dan sejujurnya, saya sangat senang bisa merasakan pengalaman-pengalaman yang berbeda," ujarnya.

Sebelum menjadi pelatih tim senior Inggris, Southgate memiliki pengalaman menangani Middlesbrough pada 2006 hingga 2009. Klub tersebut menjadi satu-satunya tim profesional yang pernah dilatihnya di level klub.

Setelah meninggalkan Middlesbrough, ia menangani Timnas Inggris U-21 pada 2013 hingga 2016 sebelum dipromosikan ke tim senior. Bersama Inggris, Southgate membangun reputasi sebagai pelatih yang mampu membawa tim melangkah jauh di turnamen besar, meski belum berhasil mempersembahkan gelar juara.

Kini, Southgate tampak lebih memilih menikmati kehidupan di luar tekanan kompetisi. Ia belum menunjukkan keinginan untuk kembali ke dunia kepelatihan, baik bersama klub maupun tim nasional.