MRT Siapkan ‘Cincin Donat’, Jembatan Integrasi Moda Transportasi Umum di Dukuh Atas

Genvoice.id | 16 Oct 2025

JAKARTA, Genvoice.id - PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah menyiapkan proyek bernama "Cincin Donat", sebuah jembatan integrasi yang akan menjadi penghubung utama berbagai moda transportasi di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Nama "Cincin Donat" bukan tanpa alasan. Struktur jembatan ini akan berbentuk lingkaran melingkar seperti donat yang menghubungkan titik-titik penting di kawasan transit Dukuh Atas, termasuk stasiun MRT Dukuh Atas BNI, Stasiun Sudirman (KRL), Stasiun BNI City (Airport Train), Halte TransJakarta, dan akses menuju Stasiun LRT Dukuh Atas.

Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya memperkuat konsep Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta.

"Kawasan Dukuh Atas merupakan simpul transportasi utama. Dengan Cincin Donat, kami ingin menghadirkan konektivitas antarmoda yang lebih baik agar perpindahan penumpang tidak lagi terhambat," ujarnya seperti yang dikutip dari laman resmi MRT Jakarta, Kamis (16/10).

Desain dan Infrastruktur Ramah Lingkungan

'Cincin Donat' dirancang dengan arsitektur modern yang futuristik, menonjolkan elemen kaca dan baja ringan agar tampak transparan dan terbuka. Dari desain awal yang dirilis MRT Jakarta, jembatan ini akan memiliki jalur pedestrian melingkar di atas tanah yang menghubungkan langsung ke berbagai moda transportasi tanpa harus menyeberang jalan raya.

Selain itu, proyek ini akan dilengkapi dengan ramp dan lift untuk disabilitas, area duduk publik, serta kanopi peneduh yang melindungi pejalan kaki dari panas dan hujan. MRT Jakarta juga memastikan bahwa pembangunan dilakukan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan, termasuk efisiensi energi dan pengelolaan limbah konstruksi yang ramah lingkungan.

Jadwal dan Tahapan Pembangunan

Menurut informasi terbaru, pembangunan 'Cincin Donat' akan dimulai pada awal 2026, setelah proses desain dan perencanaan teknis selesai pada tahun depan. Saat ini, MRT Jakarta masih melakukan koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan KAI, TransJakarta, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Tahapan awal mencakup finalisasi desain struktur dan analisis lalu lintas kawasan, sebelum masuk ke tahap pembangunan fisik. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua tahun, dan diharapkan dapat dioperasikan sebelum akhir 2028.

Dengan kehadiran 'Cincin Donat', waktu perpindahan diharapkan bisa dipangkas hingga 40%. Penumpang dari MRT misalnya, bisa langsung terhubung ke Stasiun Sudirman atau Halte TransJakarta hanya dengan berjalan di atas jembatan integrasi ini tanpa harus menyeberang jalan yang ramai.

Proyek ini juga menjadi bagian dari visi besar Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong mobilitas berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Dukuh Atas akan dijadikan contoh kawasan integrasi multimoda terbaik di Indonesia.