Garuda Indonesia Rombak Jajaran Direksi, Dua WNA Ditunjuk Jadi Direktur
JAKARTA, Genvoice.id - Maskapai pelat merah Garuda Indonesia kembali melakukan perombakan besar dalam jajaran direksinya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu (15/10), Garuda mengumumkan susunan manajemen baru dengan sejumlah nama segar. Yang paling menarik perhatian, dua warga negara asing (WNA) resmi ditunjuk menjadi bagian dari jajaran direksi.
Dua nama tersebut adalah Balagopal Kunduvara yang kini menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, serta Neil Raymond Mills sebagai Direktur Transformasi. Keduanya bukan sosok sembarangan di industri penerbangan.
Balagopal Kunduvara memiliki pengalaman panjang lebih dari dua dekade di Singapore Airlines. Keahliannya di bidang keuangan dan manajemen risiko dinilai mampu memperkuat fondasi finansial Garuda yang masih berupaya pulih dari tekanan pandemi dan restrukturisasi utang.
Sementara itu, Neil Raymond Mills dikenal sebagai profesional yang berpengalaman di berbagai maskapai internasional. Ia pernah menduduki posisi penting di Scandinavian Airlines (SAS) sebagai Chief Procurement Officer sekaligus Head of Transformation. Kiprahnya di bidang efisiensi operasional dan restrukturisasi diharapkan bisa membawa angin segar bagi proses transformasi Garuda yang sedang berlangsung.
Dalam struktur baru tersebut, Garuda Indonesia juga menunjuk Glenny H. Kairupan sebagai Direktur Utama menggantikan Wamildan Tsani. Selain itu, posisi Wakil Direktur Utama kini dijabat oleh Thomas Sugiarto Oentoro. Formasi baru ini melengkapi jajaran direksi yang mencakup bidang Niaga, Operasi, Teknik, serta Human Capital.
Langkah menghadirkan dua ekspatriat di kursi direksi menimbulkan beragam tanggapan. Sebagian pihak melihatnya sebagai keputusan progresif untuk membuka diri terhadap talenta global, sementara sebagian lain mempertanyakan kebutuhan penunjukan orang asing di perusahaan pelat merah.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menilai keputusan tersebut sebagai langkah tepat. Menurutnya, menghadirkan profesional asing di level direksi adalah praktik umum di banyak maskapai besar dunia. Tujuannya sederhana, membawa perspektif internasional dan meningkatkan daya saing Garuda di pasar global.