Siap Bertanding, Ini 10 Bintang Muda Eropa yang Bisa Bersinar di Liga Champions
JAKARTA, GENVOICE.ID - Liga Champions musim 2025/26 kembali hadir dengan segudang cerita baru. Selain duel klub-klub elite seperti Real Madrid, Manchester City, hingga Bayern Munich, perhatian besar juga tertuju pada para pemain remaja yang siap mencuri panggung. Inilah 10 bintang muda yang patut dipantau perjalanannya.
Vasilije Adzic (Juventus)
Gelandang asal Montenegro ini langsung membuat sejarah saat debut bersama Juventus pada Oktober 2024. Adzic baru berusia 19 tahun, namun sudah tampil di Liga Champions dan mencetak gol untuk tim nasionalnya. Didatangkan dari Buducnost Podgorica, ia dikenal sebagai pemain pekerja keras yang siap menambah kedalaman lini tengah Juve.
Jobe Bellingham (Borussia Dortmund)
Mengikuti jejak sang kakak, Jude, Jobe Bellingham meninggalkan Sunderland untuk bergabung dengan Borussia Dortmund. Dengan harga transfer mencapai £27 juta, ia kini menjadi salah satu pilar lini tengah. Bellingham junior sudah menunjukkan fleksibilitas bermain, baik sebagai gelandang bertahan maupun box-to-box, dan siap unjuk gigi di panggung Eropa.
Claudio Echeverri (Bayer Leverkusen, pinjaman dari Manchester City)
Dijuluki "Messi kecil" dari Argentina, Claudio Echeverri menjalani masa pinjaman di Bayer Leverkusen. Meski baru 19 tahun, ia sudah mencetak gol indah lewat tendangan bebas untuk Manchester City di ajang Piala Dunia Antarklub. Jika tampil konsisten, City mungkin akan memanggilnya kembali lebih cepat.
Jorrel Hato (Chelsea)
Bek muda asal Belanda ini sudah mengoleksi lebih dari 120 penampilan profesional, meski baru berusia 19 tahun. Hato pernah menjadi kapten Ajax di usia 17, sebuah prestasi luar biasa. Setelah kepindahannya ke Chelsea dengan nilai transfer £37 juta, ia diharapkan menjadi tulang punggung lini belakang The Blues.
George Ilenikhena (AS Monaco)
Striker berdarah Nigeria-Prancis ini dikenal sebagai salah satu penyerang muda paling menjanjikan. Di usia 17 tahun, ia sudah mencetak gol ke gawang Barcelona, menjadikannya pencetak gol termuda ketiga dalam sejarah Liga Champions. Kini bersama Monaco, ia semakin tajam dan siap menebar ancaman.
Franco Mastantuono (Real Madrid)
Madridistas patut bersemangat menyambut Franco Mastantuono. Didatangkan dari River Plate dengan harga £39 juta, ia disebut-sebut penerus Lionel Messi. Mastantuono melakukan debut di tim nasional Argentina saat berusia 17 tahun, dan kini siap membuktikan diri di Bernabéu.
Senny Mayulu (Paris Saint-Germain)
Meski lebih banyak menjadi pemain pengganti, Senny Mayulu berhasil mencetak gol di final Liga Champions musim lalu saat PSG menang telak atas Inter Milan. Dengan dua gelar Ligue 1 dan dua Piala Prancis di usianya yang baru 19 tahun, Mayulu dianggap salah satu aset berharga PSG.
Rio Ngumoha (Liverpool)
Liverpool menemukan permata baru dalam diri Rio Ngumoha. Didatangkan dari akademi Chelsea, ia mencetak gol debut di usia 16 tahun dan bahkan menjadi pencetak gol termuda klub di Premier League. Dengan kecepatan dan kemampuan dribel, Ngumoha diyakini bisa memberi warna berbeda di lini serang The Reds.
Ethan Nwaneri (Arsenal)
Nama Ethan Nwaneri sudah mencuat sejak ia debut untuk Arsenal di usia 15 tahun. Musim lalu, ia mengoleksi sembilan gol di semua kompetisi dan membantu Inggris U-21 meraih gelar juara Eropa. Tak heran, Nwaneri masuk nominasi PFA Young Player of the Year.
Geovany Quenda (Sporting CP)
Sporting Lisbon punya harta karun dalam diri Geovany Quenda. Pemain sayap berusia 18 tahun ini menjadi starter termuda Portugal di Liga Champions. Dengan kepiawaiannya, Chelsea langsung mengamankan jasanya senilai £44 juta untuk musim depan.
Dengan hadirnya para pemain belia ini, Liga Champions musim ini tak hanya menyajikan persaingan tim raksasa, tetapi juga potensi lahirnya generasi baru yang siap mendominasi sepak bola Eropa.