Honda GB350 C Resmi Hadir di Jepang, Motor Retro Pesaing Royal Enfield Siap Guncang Pasar Asia! Berikut Spesifikasinya

Genvoice.id | 16 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Di tengah meningkatnya minat global terhadap motor bergaya klasik, Honda Motor Co., Ltd. memperkuat eksistensinya di segmen cruiser dengan merilis varian terbaru dari GB350 C. Motor retro ini kini hadir dengan balutan dua warna baru: Matte Sand Storm Beige dan Matte Bullet Silver, memberikan kesan lebih premium dan maskulin.

Namun, sentuhan estetika ini dibarengi dengan penyesuaian harga. GB350 C kini dibanderol 715.000 yen atau setara Rp79 jutaan, mengalami kenaikan dari versi sebelumnya. Honda menargetkan penjualan domestik sekitar 2.000 unit per tahun, angka yang cukup realistis mengingat ceruk pasarnya yang khusus.

Secara desain dan karakter, Honda GB350 C tampak siap menjadi rival serius bagi Royal Enfield Bullet 350 dan Meteor 350. Gaya klasik yang kuat dengan sentuhan modern menjadikannya pilihan menarik bagi pecinta motor retro, terutama mereka yang menginginkan kombinasi kenyamanan, efisiensi, dan tampilan elegan.

Motor ini dipersenjatai mesin berkode NC59E, konfigurasi satu silinder, OHC 4-tak, berpendingin udara dengan kapasitas 348 cc. Bore x stroke yang panjang (70 mm x 90,5 mm) dan rasio kompresi 9,5:1 membuatnya cocok menggunakan bahan bakar RON rendah, fitur yang sangat relevan untuk pasar Asia, termasuk Indonesia.

Jangan berharap performa agresif. GB350 C menyuguhkan karakter mesin lembut, linear, dan nyaman, khas motor touring klasik. Mesin ini menghasilkan tenaga 20 PS di 5.500 rpm dan torsi puncak 29 Nm di 3.000 rpm, menjadikannya ideal untuk cruising santai di jalur perkotaan maupun lintas daerah.

Tenaga disalurkan melalui girboks manual 5 percepatan yang diklaim halus dan responsif, sesuai karakter cruiser. Tangki bahan bakar 15 liter cukup untuk perjalanan jauh tanpa sering mengisi ulang. Dalam pengujian internal Honda, konsumsi BBM GB350 C tembus 47 km/liter saat melaju konstan di 60 km/jam, hasil yang impresif untuk motor 350 cc.

GB350 C hadir dengan aura klasik yang kental. Lampu depan bulat, jok kulit coklat, dan aksen krom di berbagai titik seperti knalpot, spion, dan suspensi belakang memperkuat kesan retro. Suspensi depan teleskopik dengan pelindung karet dan dual shockbreaker belakang memastikan kenyamanan dan stabilitas saat berkendara.

Di sektor kaki-kaki, Honda membekali GB350 C dengan pelek cast wheel, ban depan 100/90-19 dan belakang 130/70-18, serta rem cakram hidrolik di kedua roda. Dimensinya juga dirancang pas untuk postur tubuh Asia: tinggi jok 800 mm, berat 186 kg, dan jarak terendah ke tanah 165 mm, membuat motor ini tidak terlalu mengintimidasi, bahkan bagi pemula di dunia big bike.

Di Jepang, GB350 C hadir melengkapi lini keluarga GB350 dan GB350 S yang sudah lebih dulu mengaspal sejak 2021. Sayangnya, hingga kini, belum ada tanda-tanda kehadirannya di pasar Indonesia.

Skema pajak untuk motor di atas 250 cc membuat motor seperti ini cenderung berbanderol tinggi jika masuk lewat jalur impor. Sebagai pembanding, Honda Rebel 500 yang sudah tersedia secara resmi saja dijual sekitar Rp200 jutaan. Jika GB350 C dipasarkan di Indonesia, harganya bisa menyentuh angka yang sama, atau bahkan lebih.

Melihat tren motor klasik yang terus naik daun, motor ini berpotensi mengisi celah strategis di bawah Rebel 500, sekaligus menarik hati para penggemar gaya retro-modern.

Honda GB350 C adalah paket lengkap bagi para pencinta motor klasik yang mengutamakan kenyamanan dan gaya. Mesin sederhana, desain timeless, dan ergonomi bersahabat menjadikannya pilihan ideal untuk aktivitas touring santai atau sekadar riding di akhir pekan.

Namun untuk pasar di luar Jepang, khususnya Asia Tenggara, tantangan terbesar masih berkutat pada harga jual. Apabila Honda bisa merakit lokal atau menghadirkan skema harga kompetitif, bukan tidak mungkin GB350 C akan menjadi bintang baru di jalanan Asia.