Geger! Wisatawan Tewas Tenggelam, Objek Wisata Ini Jadi Ditutup!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut menutup sementara objek wisata Situ Salawe di Desa Barudua, Kecamatan Malangbong, menyusul insiden tragis tenggelamnya seorang wisatawan asal Tasikmalaya. Penutupan dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Intinya ditutup sampai waktu yang belum ditentukan, sampai nanti dibuka kembali," kata Aam Pathulloh, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disparbud Garut, dikutip dariAntara, Selasa (16/9).
Situ Salawe yang dikelola bersama oleh Perhutani KPH Garut dan BUMDes Barudua itu selama ini terbuka untuk umum, namun kini ditutup total untuk keperluan evaluasi dan pengamanan setelah kejadian nahas yang merenggut nyawa seorang pengunjung.
Insiden tragis terjadi pada Minggu (14/9), ketika seorang pria berusia 43 tahun bernama Dede, warga Kabupaten Tasikmalaya, tenggelam saat berusaha menyelamatkan dua remaja yang tercebur ke danau setelah wahana perahu angsa terbalik. Kedua remaja berhasil diselamatkan, namun Dede tak sempat menyelamatkan diri.
Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian selama dua jam akhirnya menemukan korban dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Malangbong. Sayangnya, nyawa Dede tidak tertolong.
Pihak pengelola disebut telah bertanggung jawab terhadap keluarga korban, termasuk membantu proses pemulasaran jenazah dan mengurus klaim asuransi jiwa.
"Untuk pertanggungjawaban korban sudah selesai. Pemulasaran dan sebagainya sudah dibantu oleh pengelola," kata Aam.
Menurutnya, pengelolaan objek wisata Situ Salawe sebenarnya telah dilengkapi sistem manajemen keselamatan termasuk asuransi jiwa yang sudah termasuk dalam harga tiket masuk.
"Sudah menggunakan fasilitas asuransi dan sudah ter-cover dengan baik, tidak asal," tegasnya.
Meski demikian, Disparbud Garut mengingatkan agar pengelola dan wisatawan tetap waspada terhadap potensi bahaya di kawasan wisata, terutama wahana air. Ia juga menyebut pihaknya rutin mengeluarkan edaran kewaspadaan, terlebih pada saat-saat libur panjang.
"Memang banyak kejadian seperti ini, dan kami selalu mengimbau. Edaran memang selalu ada, apalagi di saat libur panjang," kata Aam.
Penutupan Situ Salawe diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan wisata, baik oleh pengelola maupun pihak berwenang, agar kejadian serupa tak kembali terulang.