Data Pelanggan Gucci, YSL, dan Balenciaga Bocor! Peretasan Besar Guncang Dunia Fashion Mewah

Genvoice.id | 16 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia fesyen mewah tengah diguncang kabar mengejutkan setelah data pelanggan dari sejumlah merek ternama seperti Gucci, Yves Saint Laurent, Balenciaga, dan Alexander McQueen dikabarkan bocor akibat peretasan terhadap Kering, perusahaan induk yang menaungi jenama-jenama tersebut.

Dilansir dari TechCrunch, peretas berhasil mencuri berbagai data sensitif milik pelanggan global Kering. Data yang dibobol mencakup nama lengkap, alamat email, nomor telepon, alamat rumah, hingga total pengeluaran pelanggan di toko-toko Kering di seluruh dunia.

Pihak Kering mengonfirmasi adanya insiden peretasan ini dan mengakui bahwa data pelanggan memang telah disusupi. Namun, perusahaan yang berbasis di Prancis itu menegaskan bahwa data nomor kartu kredit tidak termasuk dalam informasi yang dicuri.

Meski telah mulai menghubungi pelanggan yang terdampak, Kering tidak mengungkapkan jumlah pasti korban peretasan ini. Namun, laporan investigasi dari BBC menyebut bahwa kelompok hacker terkenal bernama ShinyHunters mengklaim sebagai dalang di balik aksi ini, dan mengaku telah berhasil mencuri data terkait 7,4 juta alamat email milik pelanggan.

Serangan siber terhadap Kering menyoroti potensi risiko keamanan siber di industri fesyen mewah. Pelanggan dari merek-merek seperti Gucci dan Saint Laurent, yang kerap menghabiskan ribuan dolar untuk produk eksklusif, menjadi target bernilai tinggi bagi kelompok peretas.

Informasi mengenai total belanja pelanggan dapat menjadi data yang sangat berharga di pasar gelap digital, membuka kemungkinan ancaman seperti penipuan, pencurian identitas, atau serangan phishing yang ditargetkan.

Kering hingga kini masih menolak memberikan rincian lebih lanjut, termasuk siapa saja yang terdampak dan bagaimana sistem keamanan internal mereka berhasil ditembus. Di sisi lain, ShinyHunters terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu kelompok peretas paling berbahaya saat ini.

Kelompok ini sebelumnya juga dikaitkan dengan berbagai peretasan besar terhadap perusahaan-perusahaan teknologi dan ritel global. Dengan insiden terbaru ini, nama mereka kembali mencuat ke permukaan, sekaligus mempermalukan raksasa industri fashion yang selama ini dikenal eksklusif dan tertutup.

Bagi pelanggan yang pernah melakukan pembelian dari merek-merek di bawah naungan Kering, kewaspadaan ekstra sangat disarankan. Gunakan autentikasi dua faktor pada akun email, waspadai email mencurigakan, dan hindari mengklik tautan yang tidak dikenal.

Meski data kartu kredit tidak bocor, informasi pribadi seperti nama dan alamat rumah masih dapat disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.