Manchester United Kalah 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Lihat Banyak Hal Positif
JAKARTA, GENVOICE.ID - Manchester United menutup pramusim 2026 dengan kekalahan 2-4 dari AC Milan. Meski gagal mempertahankan keunggulan dua kali, Michael Carrick tetap menilai persiapan Setan Merah menuju musim baru berjalan dengan cukup positif.
Bermain di Tarczynski Arena, Polandia, Sabtu (15/8/2026) malam WIB, Manchester United sempat berada di atas angin setelah Harry Maguire dan Patrick Dorgu mencetak gol. Namun, AC Milan mampu bangkit dan mencetak empat gol untuk membalikkan keadaan.
Alphadjo Cisse, Goncalo Ramos, dan Ruben Loftus-Cheek menjadi pemain yang membawa Milan membalikkan skor pada 35 menit terakhir pertandingan.
Hasil tersebut menjadi kekalahan kedua Manchester United dalam enam pertandingan pramusim. Sebelumnya, MU berhasil mengalahkan Rosenborg dan Atletico Madrid serta bermain imbang melawan Paris Saint-Germain dan Leeds United.
Carrick Tetap Puas dengan Perkembangan MU
Kekalahan dari AC Milan memang membuat Carrick kecewa. Namun, sang pelatih tidak ingin melihat perjalanan pramusim Manchester United hanya berdasarkan hasil pertandingan terakhir.
Carrick menilai skuadnya menunjukkan perkembangan dari pertandingan ke pertandingan. Menurutnya, United terlihat semakin kuat selama menjalani rangkaian persiapan menuju musim baru.
"Menurut saya, secara keseluruhan, hasilnya sangat bagus," ujar Carrick kepada MUTV.
Ia mengakui pertandingan melawan Milan menjadi pengecualian. United gagal mempertahankan performa setelah dua kali berada dalam posisi unggul dan akhirnya harus menerima kekalahan dengan skor cukup telak.
"Saya rasa banyak hal positif yang bisa dipetik. Tim ini telah berkembang dan menjadi lebih kuat dalam berbagai penampilan," lanjutnya.
Penilaian tersebut menjadi sinyal bahwa Carrick melihat ada fondasi yang cukup baik untuk menghadapi musim kompetisi.
Kekalahan dari AC Milan Jadi Pelajaran
Meski tetap melihat sisi positif, Carrick tidak berusaha menutupi kelemahan Manchester United ketika menghadapi Milan.
Setan Merah memang tampil cukup menjanjikan pada beberapa fase pertandingan. Namun, setelah unggul 2-1, permainan mereka mulai kehilangan kendali dan Milan mampu memanfaatkan situasi tersebut.
Carrick mengakui United tidak tampil sesuai standar yang diharapkan.
"Jadi secara umum, hasilnya positif, kecuali hari ini (lawan AC Milan); kami kecewa dengan performa hari ini. Kami tidak bermain bagus hari ini, dan tentu ada alasannya," kata Carrick.
Menurutnya, ada sejumlah faktor yang memengaruhi penampilan United. Beberapa pemain baru mendapatkan menit bermain, sementara skuad juga harus beradaptasi dengan kondisi yang berbeda selama rangkaian pramusim.
Namun, Carrick menegaskan faktor tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran atas kekalahan.
"Ada hal-hal yang perlu kami pelajari dan perbaiki. Beberapa pemain baru mendapatkan menit bermain pertama mereka; ada berbagai alasan di baliknya, namun itu bukan alasan pembenaran. Intinya, kami memang tidak bermain cukup baik hari ini," tegasnya.
MU Kini Fokus ke Premier League
Dengan pertandingan melawan AC Milan sebagai laga terakhir pramusim, Manchester United kini harus mengalihkan fokus menuju kompetisi resmi.
Rangkaian pramusim memberikan kesempatan bagi Carrick untuk melihat kondisi pemain, mencoba berbagai kombinasi, sekaligus memberikan menit bermain kepada anggota skuad yang berbeda.
Hasilnya memang tidak sepenuhnya sempurna. United mencatat empat hasil positif dan dua kekalahan dari enam pertandingan.
Namun, Carrick memilih membawa sisi positif dari perjalanan tersebut. Kekalahan dari Milan justru menjadi kesempatan bagi United untuk mengetahui aspek permainan yang masih perlu diperbaiki sebelum musim dimulai.
Manchester United selanjutnya akan menghadapi Hull City pada pekan pertama Premier League, Sabtu (22/8/2026). Pertandingan tersebut akan menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad Carrick setelah seluruh rangkaian persiapan musim panas berakhir.
Kini, tantangannya adalah memastikan perkembangan positif yang dilihat Carrick selama pramusim bisa diterjemahkan menjadi performa yang lebih konsisten ketika kompetisi resmi dimulai.