Manchester United Kalah 2-4 dari AC Milan, 3 Catatan Positif yang Bisa Bikin MU Optimistis
JAKARTA, GENVOICE.ID -Manchester United memang harus menelan kekalahan 2-4 dari AC Milan dalam laga uji coba pramusim di Tarczynski Arena, Sabtu (15/8/2026) malam WIB. Namun, hasil tersebut tidak sepenuhnya menjadi kabar buruk bagi Setan Merah.
MU sebenarnya sempat dua kali berada dalam posisi unggul melalui gol Harry Maguire dan Patrick Dorgu. Sayangnya, AC Milan mampu bangkit dan mencetak empat gol untuk membalikkan keadaan pada paruh akhir pertandingan.
Meski kalah, ada sejumlah hal menarik yang bisa menjadi modal bagi Michael Carrick menjelang musim kompetitif. Performa Senne Lammens di bawah mistar, duet Andrey Santos dan Youri Tielemans, serta fleksibilitas lini depan menjadi tiga catatan positif dari pertandingan tersebut.
Berikut tiga hal yang bisa membuat Manchester United tetap optimistis meski kalah dari AC Milan.
1. Senne Lammens Mulai Menjawab Kepercayaan
Senne Lammens menjalani pekan penting setelah dipercaya sebagai kiper nomor satu baru Manchester United. Pertandingan melawan AC Milan menjadi kesempatan berikutnya bagi penjaga gawang asal Belgia tersebut untuk menunjukkan kemampuannya.
Lammens tampil cukup meyakinkan pada babak pertama. Ia beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Milan, termasuk usaha Ruben Loftus-Cheek.
Penampilan tersebut membantu MU mempertahankan keunggulan setelah Maguire membuka skor. Lammens memang akhirnya kebobolan empat gol, tetapi performanya secara individu tetap memberikan sinyal positif.
Kepercayaan sebagai kiper utama tentu membawa tekanan besar. Namun, Lammens mulai menunjukkan bahwa dirinya mampu menghadapi tuntutan tersebut.
Bagi Carrick, memiliki penjaga gawang yang tampil percaya diri sejak awal musim tentu menjadi modal penting. Jika performa Lammens terus berkembang, Manchester United bisa memiliki solusi jangka panjang di posisi tersebut.
2. Duet Andrey Santos-Tielemans Layak Dicoba Lagi
Andrey Santos dan Youri Tielemans juga memberikan gambaran menarik di lini tengah. Keduanya bermain bersama selama sekitar 60 menit dan menunjukkan karakter yang cukup berbeda tetapi saling melengkapi.
Santos lebih banyak berperan dalam memutus serangan lawan dan melakukan perebutan bola. Sementara itu, Tielemans memberikan pengalaman, visi, serta kemampuan distribusi untuk membantu United membangun serangan.
Kombinasi tersebut membuat lini tengah MU terlihat cukup seimbang dalam beberapa momen.
Tielemans bahkan memiliki peran dalam proses terciptanya peluang penalti untuk Manchester United. Sayangnya, eksekusi Bruno Fernandes masih mampu digagalkan kiper Milan, Lorenzo Torriani.
Meski demikian, penampilan keduanya memberikan Carrick opsi tambahan di lini tengah. Persaingan untuk mendapatkan tempat utama pun semakin menarik dengan hadirnya beberapa pemain berkualitas.
Jika Santos dan Tielemans mampu membangun chemistry lebih baik, duet tersebut bisa menjadi salah satu alternatif yang berguna ketika Manchester United menghadapi lawan dengan karakter berbeda.
3. Lini Depan MU Punya Banyak Opsi
Catatan positif lainnya datang dari fleksibilitas lini depan Manchester United.
Absennya Benjamin Sesko membuat Carrick harus mencari alternatif. Dalam pertandingan melawan Milan, Matheus Cunha, Amad, dan Patrick Dorgu menunjukkan kemampuan untuk bermain di beberapa posisi.
Cunha beberapa kali bergerak sebagai penyerang tengah. Amad juga dapat masuk ke area sentral, sementara Dorgu mampu bergerak dari sisi sayap menuju tengah.
Fleksibilitas tersebut bahkan menghasilkan gol kedua United. Dorgu berhasil memanfaatkan kesalahan pemain Milan untuk membawa MU kembali unggul sebelum akhirnya Rossoneri membalikkan keadaan.
Situasi ini menjadi keuntungan bagi Carrick karena Manchester United tidak hanya bergantung pada satu pola serangan.
Dengan pemain yang mampu bertukar posisi, MU bisa lebih mudah menyesuaikan pendekatan ketika menghadapi lawan dengan sistem pertahanan berbeda. Variasi tersebut juga membuat lini depan Setan Merah lebih sulit ditebak.
Kekalahan yang Tetap Memberi Pelajaran
Kekalahan 2-4 dari AC Milan tentu bukan hasil yang diinginkan Manchester United dalam pertandingan terakhir pramusim. Namun, pertandingan tersebut juga memberikan sejumlah informasi penting bagi Carrick.
Lammens mulai menunjukkan potensinya sebagai kiper utama, Santos dan Tielemans menawarkan kombinasi menarik di lini tengah, sedangkan fleksibilitas Cunha, Amad, dan Dorgu memberikan lebih banyak pilihan di lini depan.
Masih ada sejumlah kelemahan yang harus diperbaiki, terutama kemampuan mempertahankan keunggulan dan menjaga konsistensi permainan hingga akhir laga.
Namun, tiga catatan positif tersebut bisa menjadi modal Manchester United sebelum memasuki musim kompetitif.
Setelah rangkaian pramusim berakhir, fokus Carrick kini beralih ke pertandingan resmi. Manchester United akan menghadapi Hull City pada pekan pertama Premier League, Sabtu (22/8/2026).
Pertandingan tersebut akan menjadi ujian sesungguhnya untuk melihat apakah berbagai perkembangan positif selama pramusim mampu diterapkan ketika kompetisi mulai berjalan.