Asal-usul Nama Bulan dalam Kalender Masehi, Ini Penjelasannya!

Genvoice.id | 16 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Januari, Februari, Maret, hingga Desember sudah sangat familiar digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sebagian besar nama tersebut ternyata memiliki sejarah yang panjang dan berasal dari bahasa serta kebudayaan Romawi Kuno.

Menariknya, tidak semua nama bulan awalnya memiliki urutan seperti kalender yang digunakan sekarang. Bahkan, beberapa nama bulan masih berkaitan dengan nama dewa, tokoh, dan sistem penanggalan yang digunakan masyarakat Romawi pada masa lalu.

Januari Berasal dari Nama Dewa Romawi

Nama Januari berasal dari Janus, salah satu dewa dalam mitologi Romawi.

Janus digambarkan memiliki dua wajah yang menghadap ke arah berlawanan. Sosok tersebut dikaitkan dengan pintu, awal, dan peralihan dari satu keadaan ke keadaan lainnya.

Karena Januari menjadi awal tahun dalam kalender modern, kaitannya dengan konsep permulaan membuat asal nama bulan ini terasa cukup menarik.

Februari Berkaitan dengan Ritual Penyucian

Nama Februari berasal dari istilah Latin Februarius. Kata tersebut berkaitan dengan Februa, yaitu berbagai ritual penyucian yang dilakukan masyarakat Romawi Kuno.

Pada masa tersebut, Februari menjadi periode yang berkaitan dengan kegiatan ritual dan persiapan menjelang tahun baru dalam sistem kalender Romawi.

Nama tersebut kemudian bertahan dan menjadi February dalam bahasa Inggris serta Februari dalam bahasa Indonesia.

Maret Berasal dari Nama Mars

Maret berasal dari nama Mars, dewa perang dalam mitologi Romawi.

Dalam kalender Romawi kuno, Maret memiliki posisi yang sangat penting dan pernah menjadi bulan pertama dalam satu tahun.

Bulan ini juga berkaitan dengan dimulainya berbagai aktivitas setelah musim dingin, sehingga memiliki kedudukan khusus dalam kehidupan masyarakat Romawi pada masa tersebut.

April Memiliki Asal-usul yang Masih Diperdebatkan

Berbeda dengan beberapa bulan lainnya, asal-usul nama April tidak memiliki satu penjelasan yang benar-benar disepakati.

Salah satu teori menghubungkannya dengan kata Latin aperire, yang berarti "membuka". Istilah tersebut dianggap berkaitan dengan musim ketika tumbuhan mulai berkembang dan bunga mulai bermekaran.

Ada pula teori lain mengenai asal nama April, sehingga sejarahnya masih menjadi bahan perdebatan.

Mei Berkaitan dengan Maia

Nama Mei diyakini berkaitan dengan Maia, sosok dalam mitologi Romawi.

Maia dikaitkan dengan pertumbuhan dan kesuburan. Nama tersebut kemudian digunakan untuk menyebut bulan kelima dalam kalender.

Seperti beberapa nama bulan lainnya, penggunaan istilah ini menunjukkan bagaimana kepercayaan masyarakat Romawi memengaruhi penamaan waktu.

Juni Berasal dari Juno

Juni berasal dari nama Juno, salah satu dewi penting dalam mitologi Romawi.

Juno dikaitkan dengan berbagai aspek kehidupan, termasuk pernikahan dan keluarga. Karena itu, Juni dalam sejarah budaya tertentu juga pernah dikaitkan dengan pernikahan.

Nama Juno kemudian menjadi dasar istilah June dalam bahasa Inggris dan Juni dalam bahasa Indonesia.

Juli Dahulu Bernama Quintilis

Nama Juli memiliki sejarah yang cukup menarik. Sebelum menggunakan nama Julius Caesar, bulan ini dikenal sebagai Quintilis, yang berarti kelima.

Hal tersebut berkaitan dengan sistem kalender Romawi lama ketika Maret menjadi bulan pertama.

Setelah Julius Caesar meninggal, bulan Quintilis kemudian diubah namanya menjadi Juli sebagai bentuk penghormatan kepadanya.

Agustus Berasal dari Augustus

Bulan Agustus juga mengalami perubahan nama.

Sebelumnya, bulan tersebut dikenal sebagai Sextilis, yang berarti keenam dalam bahasa Latin. Nama tersebut kemudian diubah menjadi Augustus untuk menghormati Kaisar Augustus.

Dari sinilah muncul nama August yang digunakan dalam bahasa Inggris dan Agustus dalam bahasa Indonesia.

September Berarti Tujuh

Nama September berasal dari bahasa Latin septem, yang berarti tujuh.

Jika melihat kalender modern, September merupakan bulan kesembilan. Namun, nama tersebut menjadi masuk akal jika melihat kalender Romawi kuno yang memiliki Maret sebagai bulan pertama.

Dengan sistem tersebut, September memang menjadi bulan ketujuh.

Oktober Berarti Delapan

Oktober berasal dari bahasa Latin octo, yang berarti delapan.

Sama seperti September, nama ini menunjukkan posisi bulan tersebut dalam sistem kalender Romawi lama.

Meskipun sekarang Oktober merupakan bulan kesepuluh, namanya tetap mempertahankan istilah yang berasal dari urutan kalender sebelumnya.

November Berarti Sembilan

Nama November berasal dari kata Latin novem, yang berarti sembilan.

Dalam kalender Romawi lama, November memang merupakan bulan kesembilan. Setelah Januari dan Februari ditempatkan di awal tahun, posisi November bergeser menjadi bulan kesebelas.

Namun, namanya tetap dipertahankan.

Desember Berarti Sepuluh

Terakhir, Desember berasal dari kata Latin decem, yang berarti sepuluh.

Seperti September, Oktober, dan November, nama Desember menunjukkan posisi bulan tersebut dalam kalender Romawi lama.

Dalam kalender modern, Desember menjadi bulan kedua belas, tetapi nama yang berasal dari urutan lama tetap digunakan hingga sekarang.

Kenapa Nama Bulan Masih Sama?

Perubahan sistem kalender tidak selalu diikuti dengan perubahan nama bulan. Ketika Januari dan Februari ditempatkan di awal tahun, beberapa bulan mengalami perubahan posisi, tetapi nama yang sudah digunakan masyarakat tetap dipertahankan.

Itulah sebabnya September berarti tujuh, Oktober berarti delapan, November berarti sembilan, dan Desember berarti sepuluh, meskipun saat ini masing-masing berada di urutan kesembilan hingga kedua belas.

Jadi, nama bulan yang kita gunakan setiap hari ternyata menyimpan jejak sejarah Romawi Kuno, mitologi, hingga perubahan sistem kalender. Bahkan urutan beberapa bulan saat ini masih menyimpan "bekas" dari kalender yang digunakan ribuan tahun lalu.